Suara.com - Polda Metro Jaya menindaklanjuti kasus staf Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bernama Jaka, yang diduga menganiaya wartawan media daring (online) Rakyat Merdeka Online, Bunaiya Fauzi Arubone atau Bone.
"Nanti akan diperiksa kejadiannya seperti apa," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Kamis (1/6/2017).
Argo mengatakan, penyidik akan memeriksa sejumlah saksi terlebih dulu untuk mengetahui kronologis kejadian penganiayaan yang dilakukan staf Menteri Basuki Hadimuljono tersebut.
Sebelumnya, Bunaiya melaporkan staf protokoler Kementerian PUPR bernama Jaka ke Polda Metro Jaya pada Kamis (1/6) dini hari.
Laporan itu terkait dugaan perbuatan tidak terpuji dan kekerasan verbal yang dilakukan Jaka terhadap Bunaiya, saat melaksanakan tugas jurnalisitik di Kementerian PUPR pada Rabu (31/5).
Saat itu, Menteri PUPR hendak membagikan plakat pada acara pengukuhan pengurus Badan Kejuruan Teknik Lingkungan Persatuan Insinyur Indonesia periode 2017-2020.
Bunaiya kala itu hendak mengabadikan momen tersebut. Namun, seorang staf protokoler meminta wartawan itu menjauh dari tempat tersebut, karena akan menyimpan gelas di meja.
Bunaiya sempat meminta izin untuk mengambil foto sebelum meninggalkan tempat itu, namun staf protokoler itu memaki pelapor.
Baca Juga: Suami Yana Zein Meninggal Duluan, Bagaimana Nasib Dua Anak Mereka
Berita Terkait
-
Kekerasan Staf Kementerian PU ke Jurnalis Dilaporkan ke Polisi
-
Rampung, Tol Palembang-Indralaya Seksi 1 Gratis untuk Arus Mudik
-
Tinjau Asian Games, Menteri PUPR-Menkeu-Menhub Sambangi Palembang
-
Menteri PUPR Dukung Pengembangan Industri "Precast" Nasional
-
Menteri PUPR Minta Pegawainya Jangan Kerja di Kantor
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
Pilihan
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
Terkini
-
Badan Geologi Ingatkan Longsor Susulan Masih Mengintai Cisarua, Ini Pemicunya
-
Percepatan Relokasi dan Tata Ruang Aman Jadi Fokus Mendagri Pascabencana
-
Langsung Ditelepon Prabowo, Menteri Trenggono Ungkap Kondisinya Usai Pingsan Saat Upacara
-
Bantah Tebang Pilih, Satgas Ungkap Proses di Balik Perintah Prabowo Sikat 28 Izin Perusahaan
-
Pengamat Nilai Pengacara Nadiem Tak Siap Hadapi Jaksa, Apa Alasannya?
-
Kasus Suami Jadi Tersangka Usai Bela Istri dari Jambret di Sleman, Ini Kronologi Versi Polisi
-
JPO 'Melayang' JIS-Ancol Bakal Jadi Ikon Baru Jakarta, Kapan Bisa Digunakan?
-
Pramono: WFH dan PJJ di Jakarta Hanya Saat Hujan Deras, Cerah Tetap Masuk Normal
-
Adu Cepat Lawan Maut: Basarnas Terjang 'Bubur Pasir' Cari Puluhan Korban Longsor Cisarua
-
PDIP Jabar Siapkan Relawan Kesehatan Desa, Hasto Kristiyanto: Kemanusiaan di Atas Politik Elektoral