Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir [suara.com/Erick Tanjung]
Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan menggelar rapat koordinasi tingkat menteri untuk membahas pengembangan kartu tanda penduduk berbasis elektronik.
"Membahas update status e-ktp dengan masing-masing pihak pemerintah," kata Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara usai rapat di kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (6/6/2017).
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir menambahkan kementeriannya bertugas untuk pengembangan sim card dan teknologi informasi e-KTP.
"Yang urusan e-KTP ada di kemendagri, kami mengembangkan teknologi informasinya," ujar dia.
Kemenristekdikti sudah membentuk konsorsium dengan sejumlah perguruan tinggi.
"Saat ini kami sudah membentuk konsorsium dengan empat perguruan tinggi, yaitu UI (Universitas Indonesia), ITB (Institut Teknologi Bandung), Universitas Telkom dan Universitas Hasanuddin guna membuat satu sistem untuk SIM card-nya. Sim card-nya ini kami harus melalui teknologi bagaimana, ini yang sedang kami desain sistemnya," tutur dia.
Dalam pengembangan teknologi informasi e-KTP diakui masih menemui kendala, di antaranya anggaran.
"Teknologinya dikembangkan oleh Indonesia sendiri. Kalau dari luar negeri jangan sampai seperti kasus e-KTP yang lama (dikorupsi)," tandas dia.
"Membahas update status e-ktp dengan masing-masing pihak pemerintah," kata Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara usai rapat di kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (6/6/2017).
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir menambahkan kementeriannya bertugas untuk pengembangan sim card dan teknologi informasi e-KTP.
"Yang urusan e-KTP ada di kemendagri, kami mengembangkan teknologi informasinya," ujar dia.
Kemenristekdikti sudah membentuk konsorsium dengan sejumlah perguruan tinggi.
"Saat ini kami sudah membentuk konsorsium dengan empat perguruan tinggi, yaitu UI (Universitas Indonesia), ITB (Institut Teknologi Bandung), Universitas Telkom dan Universitas Hasanuddin guna membuat satu sistem untuk SIM card-nya. Sim card-nya ini kami harus melalui teknologi bagaimana, ini yang sedang kami desain sistemnya," tutur dia.
Dalam pengembangan teknologi informasi e-KTP diakui masih menemui kendala, di antaranya anggaran.
"Teknologinya dikembangkan oleh Indonesia sendiri. Kalau dari luar negeri jangan sampai seperti kasus e-KTP yang lama (dikorupsi)," tandas dia.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Viral! Wali Kota Jakarta Pusat Hampir Kena Tipu Modus Pemindahan KTP Elektronik ke KTP Digital
-
Tetap Berstatus Kader, Golkar Senang Setnov Bebas: Secara Prosedur Semuanya Memenuhi Syarat
-
Blak-blakan! Ketua KPK Sebut Pembebasan Bersyarat Setya Novanto Kurang Adil, Kenapa?
-
Setya Novanto Hirup Udara Bebas: Preseden Buruk Bagi Pemberantasan Korupsi di Indonesia
-
Setnov Bebas, KPK Sebut Korupsi E-KTP Sebagai Sejarah Buruk yang Tak Boleh Terulang!
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'
-
Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah