Kasus persekusi atau pemburuan terhadap orang yang dianggap menghina agama atau ulama di media sosial salah satunya terjadi di Jakarta. Remaja berinisial PMA (15) menjadi korban persekusi sekelompok organisasi kemasyarakatan tertentu setelah memposting tulisan di media sosial, Facebook. Postingan yang diunggah PMA dianggap menghina pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab.
Menanggapi hal tersebut, Koordinator Subkomisi Mediasi Komnas HAM, Roichatul Aswidah, mengatakan kebebasan berekspresi merupakan hak asasi manusia yang harus dihormati, dilindungi dan dipenuhi oleh negara. Namun, dia juga tidak membenarkan apabila kebebasan tersebut disalahgunakan untuk menjelek-jelekkan orang lain.
"Kalau kebebasan itu melanggar nama baik orang lain nggak boleh, kalau dia memprovokasi kebencian juga tidak boleh, menghina orang lain nggak boleh," ujar Roichatul di Gedung Komnas HAM, Jalan Latuharhary, nomor 4B, Menteng Jakarta Pusat, Selasa (6/6/2017).
Komnas HAM, kata Roichatul, menyayakan aksi ini meluas ke berbagai daerah di Indonesia karena ada tindakan main hakim sendiri yang dilakukan oleh organisasi kemasyarakatan tertentu.
"Cuma kalau terjadi gini harapan dari Komnas HAM jangan main hakim sendiri dong. Mari menggunakan langkah yang ada, apakah dia diadukan, dan sebaginya," kata Roichatul.
Menurut Roichatul, hukum di Indonesia akan menjadi rusak apabila masyarakatnya main hakim sendiri.
"Nggak boleh melakukan tindakan sewenang-wenang lagi. Nanti dua-duanya jadi salah itu kan. Tindakan sewenang-wenang tidak diperbolhkan, apalagi terhadap anak-anak," kata dia.
Polisi sejauh ini telah menetapkan dua orang tersangka pada kasus yang menimpa PMA. Dua orang itu berinisial M dan U. Mereka ditangkap terkait video aksi persekusi terhadap remaja berinisial PMA (15) yang viral di media sosial.
M dan U diduga melanggar Pasal 80 ayat 1 Juncto Pasal 76C Undang Undang Nomor 35 Tahun 2015 tentang Perlindungan Anak. Polisi juga menjerat keduanya dengan Pasal 170 KUHP tentang Penganiayaan.
Baca Juga: Komnas HAM Kutuk Aksi Persekusi
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno
-
Kecelakaan Beruntun di Tol Becakayu, Toyota Altis Diduga Hilang Kendali dan Tabrak Dua Mobil
-
Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung
-
Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara
-
Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani