Suara.com - Tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, menerima sanksi berat karena terlibat kasus narkoba. Dua orang dengan inisial AR dan DB dipecat dan satu orang, RH, diberhentikan sementara.
Kepala Bidang Pembinaan Aparatur dan Informasi Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Balangan, Sugian mengatakan, ketiga oknum ASN tersebut kini masih berurusan dengan kepolisian serta pengadilan.
Menurut Sugian, sanksi pemecatan kepada AR dan DB yang tersandung narkoba jenis sabu-sabu sudah dilakukan, sedangkan RH diberhentikan sementara karena tertangkap sebagai penjual obat sedian farmasi charnopen jenis Zenith.
"RH diberhentikan sementara, karena menunggu proses hukum selanjutnya dan vonis hakim," katanya.
Sugian mengatakan, sanksi bagi RH, tergantung hasil vonis di pengadilan sebagai bahan pertimbangan pemberian sanksi selanjutnya. Pemberhentian sebagai ASN bisa diberikan jika vonis yang dijatuhkan pengadilan mencapai dua tahun penjara.
Kalau ternyata vonis hakim kurang dari dua tahun, tambah Sugian, pemerintah akan melihat lagi dampak dari perbuatan yang bersangkutan baik dari segi kedisiplin maupun pengaruh buruk bagi lingkungannya.
"Sanksi pemberhentian juga menunggu persetujuan Bupati Balangan. Saya selaku Ketua Tim Mejelis Disiplin menjatuhkan sanksi pemberhentian sementara, sambil menunggu keputusan vonis akhir pengadilan," tegasnya.
Karena status tersangka mendapatkan sanksi pemberhentian sementara, maka yang bersangkutan masih menerima haknya berupa gaji, namun besarannya tidak lagi seperti biasanya. Saat ditangkap atau berstatus tersangka, gajinya hanya 75 persen dan jika sudah menjadi terdakwa maka gajinya hanya 50 persen dari gaji pokok.
"Yang pasti kita akan memberikan sanksi berat terhadap oknum ASN yang terlibat kasus narkoba sesuai dengan aturan yang ada. Ini sesuai dengan keinginan Bupati Balangan, H Ansharuddin, di mana korupsi dan narkoba merupakan kejahatan yang harus diperangi," tandasnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?
-
KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?
-
Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office
-
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama
-
33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!
-
Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!
-
Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal
-
50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS