Suara.com - Kegiatan jelang buka puasa atau ngabuburit umumnya diisi dengan jalan-jalan sore ke obyek wisata, lokasi perbelanjaan dan pusat keramaian lainnya.
Namun, ngabuburit di area habitat gajah Sumatera (Elephas maximus Sumatranus) di Pusat Latihan Gajah Seblat, Desa Sukabaru, Bengkulu Utara, bisa menjadi pengalaman unik.
Selain menambah wawasan, pengunjung juga dapat berinteraksi langsung dengan satwa langka yang dibina oleh para mahout atau pawang gajah di sana.
"Sangat seru. Ini pengalaman pertama saya bisa langsung menyentuh gajah dan berswafoto," kata Riko, pengunjung PLG Seblat, pada sore akhir pekan lalu.
Riko, pemuda asal Bandung berkunjung ke PLG Seblat yang masuk dalam Taman Wisata Alam (TWA) Seblat, untuk melihat gajah-gajah jinak yang ada di sana.
Bersama anggota keluarganya yang tinggal di Desa Kota Bani, Kecamatan Putri Hijau, Bengkulu Utara, Riko bersama empat orang sepupunya menghabiskan sore atau ngabuburit di PLG Seblat.
Sore itu seekor gajah jantan bernama Roby kebetulan sedang dibawa pawang menyeberang Sungai Seblat, untuk mengambil pakan berupa pelepah sawit.
Lokasi penumpukan pakan merupakan area umum yang bisa dimasuki pengunjung tanpa harus membeli tiket atau karcis masuk kawasan.
Riko dan sepupunya pun memanfaatkan kesempatan itu untuk berinteraksi dengan gajah tersebut seperti memberi makan pelepah dan berfoto bersama.
"Sebenarnya mau menyeberang dan main ke kamp tapi harus naik perahu kecil, gak berani," kata Riko.
Kendala Penyeberangan
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung, Abu Bakar mengatakan ada 12 ekor gajah jinak yang dibina di PLG Seblat.
Dari 12 gajah tersebut, delapan ekor gajah betina dan sisanya gajah jantan.
Untuk gajah betina sudah diangon di hutan, sedangkan yang jantan pada malam hari dibawa ke sekitar kamp, katanya.
Ia mengatakan empat gajah jantan bernama Roby, Ucok, Nelson dan Dino masih bisa berinteraksi dengan para wisatawan yang memasuki PLG Seblat.
Tag
Berita Terkait
-
Takbiran Idul Adha Berapa Hari? Ini Perbedaannya dengan Takbir Idul Fitri
-
Perbedaan Takbir Idul Adha dan Idul Fitri: Durasi, Waktu, dan Hukumnya
-
Fakta Sidang Isbat: Kenapa Idul Adha Bisa Kompak tapi Idul Fitri Beda Hari?
-
Rindu yang Terbayar: Perjuangan Mudik Guru Sekolah Rakyat Kepulauan Anambas
-
Dompet Menipis Usai Lebaran? Sequis Life Dorong Reset Keuangan dan Kesehatan
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Pegawai Bank di Jember Bakar Kantor demi Tutupi Korupsi Rp3 Miliar
-
QRIS Indonesia Makin Mendunia, BI Kebut Kerja Sama Pembayaran dengan Arab Saudi dan Hong Kong
-
Cak Imin Pastikan Prabowo Hadiri Puncak Harlah ke-28 PKB Malam Ini: Pasti Berpidato!
-
Mesin Mobil Bergetar Saat RPM Rendah? Jangan Panik, Ini Penyebab dan Solusi Praktisnya
-
Pemerintah Siapkan Otoritas Pelindungan Data Pribadi Independen, Jadi Fondasi Regulasi AI Nasional
-
Petaka di Ujung Tol Kalianda: Perjalanan Pikap Berakhir Duka, 2 Orang Tewas
-
Cabai Makin Murah, Tapi Daging Sapi dan Telur Ayam Terus Naik, Ini Update Harga Pangan
-
Ensiklopedia Digital Open Source Berbasis MediaWiki Siap Perkuat Dokumentasi Pengetahuan Indonesia
-
Kebijakan Tahan BI Rate 5,75 persen Disebut Bisa Dorong Penyaluran Kredit Perbankan
-
Flek Hitam Muncul di Usia Berapa? Ini Cara Mencegah dan Menghilangkannya