Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya angkat bicara mengenai kesaksian mantan Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rohadi, pada persidangan terdakwa Saipul Jamil di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada Rabu (7/6/2017).
Rohadi, dalam persidangan itu mengatakan, dirinya diminta untuk 'tutup mulut' alias tidak menceritakan kasus secara benar kepada penyidik KPK oleh seorang hakim.
Juru Bicara KPK Febri Diansyah menungkapkan, sudah mengetahui kesaksian Rohadi tersebut. Tapi, KPK belum memutuskan apakah hal tersebut termasuk upaya penghambat proses penyidikan.
"KPK belum sampai ke kesimpulan itu. Fakta persidangan lebih dulu akan dipelajari, karena rangkaian persidangan masih berjalan," kata Febri saat dikonfirmasi, Kamis (8/6/2017).
Pada persidangan kasus dugaan suap hakim Ifa Sudewi senilai Rp300 juta, Rohadi mengaku diminta oleh Hakim Pengadilan Tinggi Jawa Barat Karel Tupu untuk tidak menyebutkan namanya. Karel adalah suami Berthanatalia Ruruk Kariman, pengacara Saipul Jamil yang kekinian di dalam penjara.
"Kebetulan dia (Karel) besuk di tahanan KPK. Membesuk istrinya, Ibu Bertha, ketemu (saya). Itu bulan puasa juga, tanggalnya saya lupa. Saya dikasih tahu 'mas, sampai di mas saja, jangan bawa kami'. Mau tidak mau harus saya bawa semua akhirnya," kata Rohadi di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Rohadi mengakui juga didekati oleh hakim Dasman di Medan, saat menghadiri acara hakim Tinggi di Medan.
"Sekarang saya tidak tahu tempatnya, tapi dulu tugas di Sidoarjo. Apakah masih bertugas atau tidak, saya tidak tahu. Intinya dia meminta saya membantu perkara Saipul Jamil," ungkapnya.
Akibat ditekan sehingga tidak memberikan keterangan yang benar, Rohadi mengakui tidak tenang selama dalam penjara.
Baca Juga: Tekan Kasus Gizi Buruk di Tangerang Sambil Berdonasi
"Saya punya beban dalam penjara. Kebohongan saya itu karena disuruh oleh Pak Karel Tupu. Dia sih tidak menekan, tapi saya mengerti maksudnya,” terangnya.
Rohadi sudah divonis tujuh tahun penjara ditambah denda Rp300 juta subsider tiga bulan kurungan, karena dinilai terbukti menerima suap sebesar Rp300 juta dari pengacara untuk mengurus kasus asusila Saipul Jamil. Namun, kasus tindak pidana pencucian uang Rohadi masih dalam proses penyidikan di KPK.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
Terkini
-
Benang yang Menjaga Hutan: Kisah Tenun Iban Sadap dari Jantung Kalimantan
-
Menpar Widiyanti Bantah Isu Bali Sepi Wisatawan, Ungkap Data 12,2 Juta Kunjungan di 2025
-
Tragedi Bocah NTT Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku, Mensos Janjikan Bantuan Pendidikan untuk Kakaknya
-
Kritik Kebijakan Pariwisata, Anggota Komisi VII DPR Ini Beri Menpar Widyanti Nilai 50 dari 100
-
OTT KPK di Jakarta Jaring Pejabat Bea Cukai
-
Gus Ipul Prihatin Kasus Siswa SD di NTT, Ingatkan Pentingnya Data Perlindungan Sosial
-
Nekat Bongkar Trotoar Tanpa Izin, Pengelola Hotel di Pondok Indah Kena Sanksi
-
Sebelum Lakukan Pemutihan Utang BPJS, Pemerintah Ingin Pastikan Hal Ini
-
Kendalikan Banjir, Pramono Anung dan Andra Soni Sepakat Bangun Waduk Polor
-
Prabowo Undang Eks Menlu dan Wamenlu ke Istana, Bahas Geopolitik dan BoP