Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian didampingi Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan meninjau lokasi terjadinya ledakan bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, Jumat (26/5/2017). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan belum membaca majalah TIME yang memuat pernyataan penyidik KPK Novel Baswedan mengenai adanya jenderal kepolisian yang diduga terlibat penyerangan air keras yang menimpa Novel.
"Ada itu? Saya belum baca, nanti saya coba lihat. Nggak ada (jenderal di kepolisian terlibat)," kata Iriawan di Polda Metro Jaya, Rabu (14/6/2017).
Iriawan mengatakan penyidik telah memeriksa anggota kepolisian yang sebelumnya diduga terlibat.
"Semua yang ada indikasi sudah kami periksa," kata dia.
Iriawan berharap jika ada informasi keterlibatan polisi berbintang di balik penyerangan terhadap Novel untuk menyampaikan ke polisi.
"Oleh sebab itu yang mana lagi. Kalau teman-teman ada, kasih tahu ke kami," kata dia.
Kepada majalah TIME, Novel yang kini dirawat di salah satu rumah sakit di Singapura mengatakan bahwa dia tahu Presiden Joko Widodo memerintahkan polisi untuk memprioritaskan kasusnya, namun dia mengatakan, bahwa Novel tidak tahu apakah presiden telah mengevaluasi apa arti penyelidikan selama dua bulan dan masih belum menemukan tersangka.
Dia juga mengatakan, ada jenderal di kepolisian yang terlibat dalam kasus penyiraman air keras ini. Dia pun menyayangkan kasus tersebut tidak kunjung menemukan titik terang.
“Saya sesungguhnya sudah menerima informasi bahwa seorang jenderal kepolisian terlibat. Awalnya, saya bilang itu informasi yang bisa jadi salah. Namun, kini sudah dua bulan lamanya dan kasus saya tak juga menemukan titik terang. Saya katakan, perasaan saya bahwa informasi itu bisa saja benar,” kata Novel Baswedan, dikutip dari majalah Time, Selasa (13/6/2017).
"Ada itu? Saya belum baca, nanti saya coba lihat. Nggak ada (jenderal di kepolisian terlibat)," kata Iriawan di Polda Metro Jaya, Rabu (14/6/2017).
Iriawan mengatakan penyidik telah memeriksa anggota kepolisian yang sebelumnya diduga terlibat.
"Semua yang ada indikasi sudah kami periksa," kata dia.
Iriawan berharap jika ada informasi keterlibatan polisi berbintang di balik penyerangan terhadap Novel untuk menyampaikan ke polisi.
"Oleh sebab itu yang mana lagi. Kalau teman-teman ada, kasih tahu ke kami," kata dia.
Kepada majalah TIME, Novel yang kini dirawat di salah satu rumah sakit di Singapura mengatakan bahwa dia tahu Presiden Joko Widodo memerintahkan polisi untuk memprioritaskan kasusnya, namun dia mengatakan, bahwa Novel tidak tahu apakah presiden telah mengevaluasi apa arti penyelidikan selama dua bulan dan masih belum menemukan tersangka.
Dia juga mengatakan, ada jenderal di kepolisian yang terlibat dalam kasus penyiraman air keras ini. Dia pun menyayangkan kasus tersebut tidak kunjung menemukan titik terang.
“Saya sesungguhnya sudah menerima informasi bahwa seorang jenderal kepolisian terlibat. Awalnya, saya bilang itu informasi yang bisa jadi salah. Namun, kini sudah dua bulan lamanya dan kasus saya tak juga menemukan titik terang. Saya katakan, perasaan saya bahwa informasi itu bisa saja benar,” kata Novel Baswedan, dikutip dari majalah Time, Selasa (13/6/2017).
Limpahkan ke Mabes
Iriawan mempertanyakan alasan pimpinan KPK meminta kasus penyerangan Novel dilimpahkan ke Mabes Polri. Menurutnya permintaan ini tidak mungkin dikabulkan karena penyidik Polda Metro Jaya dan penyidik Mabes Polri sudah memiliki tugas masing-masing.
"Saya tanya tupoksi (tugas, pokok, dan fungsi)-nya bagaimana? Tupoksi penanganan itu bagaimana?" kata Iriawan di Cipondoh, Tangerang, Banten, Selasa (13/6/2017).
Iriawan mengatakan anggotanya sudah bekerja keras untuk mengungkap siapa orang yang menyerang penyidik senior KPK itu dengan air keras.
"Saya akan ungkap maksimal, ada nggak? Janganlah itu terus digulir-gulirkan, nggak boleh. Kami maksimal soal itu, kan saksi itu sudah kami periksa soal itu. Berapa yang dicurigai sudah diperiksa," katanya.
Kapolda Metro mengatakan kasus Novel tergolong rumit sehingga tidak mudah diungkap dalam waktu cepat.
"Saya bilang tidak semua tindak pidana cepat dilakukan. Kita sih maunya cepat," kata dia.
"Kami sudah bilang beberapakali tidak semua peristiwa bisa dapat dengan cepat. Jadi kami tidak mungkin ambil pelaku yang tidak ada kaitannya nggak mungkin dong," Kapolda Metro menambahkan.
Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo mempertanyakan keseriusan penyidik Polda Metro Jaya untuk mengungkap kasus Novel
"Kami monitor terus, nanti ada pertemuan kedua dengan Polda, kita tanya kesanggupannya," kata Agus di Jakarta, Senin (12/6/2017).
Agus meminta apabila tidak ada perkembangan dalam pengungkapan kasus, sebaiknya Mabes Polri yang turun tangan
"Kalau tidak sanggup ya ke Mabes. Kita juga menanyakan apakah penyelidik kita juga apa bisa bergabung," kata dia.
Saat ini Novel dirawat di rumah sakit Singapura. Dia mengalami luka parah di bagian mata akibat air keras.
"Saya tanya tupoksi (tugas, pokok, dan fungsi)-nya bagaimana? Tupoksi penanganan itu bagaimana?" kata Iriawan di Cipondoh, Tangerang, Banten, Selasa (13/6/2017).
Iriawan mengatakan anggotanya sudah bekerja keras untuk mengungkap siapa orang yang menyerang penyidik senior KPK itu dengan air keras.
"Saya akan ungkap maksimal, ada nggak? Janganlah itu terus digulir-gulirkan, nggak boleh. Kami maksimal soal itu, kan saksi itu sudah kami periksa soal itu. Berapa yang dicurigai sudah diperiksa," katanya.
Kapolda Metro mengatakan kasus Novel tergolong rumit sehingga tidak mudah diungkap dalam waktu cepat.
"Saya bilang tidak semua tindak pidana cepat dilakukan. Kita sih maunya cepat," kata dia.
"Kami sudah bilang beberapakali tidak semua peristiwa bisa dapat dengan cepat. Jadi kami tidak mungkin ambil pelaku yang tidak ada kaitannya nggak mungkin dong," Kapolda Metro menambahkan.
Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo mempertanyakan keseriusan penyidik Polda Metro Jaya untuk mengungkap kasus Novel
"Kami monitor terus, nanti ada pertemuan kedua dengan Polda, kita tanya kesanggupannya," kata Agus di Jakarta, Senin (12/6/2017).
Agus meminta apabila tidak ada perkembangan dalam pengungkapan kasus, sebaiknya Mabes Polri yang turun tangan
"Kalau tidak sanggup ya ke Mabes. Kita juga menanyakan apakah penyelidik kita juga apa bisa bergabung," kata dia.
Saat ini Novel dirawat di rumah sakit Singapura. Dia mengalami luka parah di bagian mata akibat air keras.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Novel Ungkap Kejanggalan Kasus Andrie Yunus: Berkas Dilimpah, Padahal Korban Belum Diperiksa?
-
Perjuangan HAM Tak Berhenti Usai Penyerangan Andrie Yunus, KontraS: We keep moving forward, Tatakae!
-
Novel Baswedan: Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Upaya Pembunuhan, Pelaku Terorganisir!
-
Soal KPK Tak Pajang Tersangka, Novel Baswedan Soroti Dalih Kemanusiaan
-
Novel Baswedan 'Senggol' Prabowo: Kembalikan Pegawai KPK Korban Firli, Ini Penegakan Hukum
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi
-
Aplikasi ShopeePay Perkenalkan Kampanye Terbaru Pasti Gratis Kirim Uang ke Bank dan E-Wallet
-
Kabar Terkini Insiden Stasiun Bekasi Timur: 17 Penumpang Dirawat, KAI Siaga Layanan Trauma Healing
-
Mahfud Tegaskan Gaya Militer Tak Cocok dalam Budaya Polri, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Laga Persija vs Persib Digelar di Samarinda, PT LIB: Bobotoh Tetap Dilarang Hadir!
-
Mahfud Sebut Diskusi Reformasi Polri dengan Prabowo Berlangsung Hangat dan Mengasyikkan
-
Reformasi Polri: Kompolnas Bakal Diperkuat Jadi Lembaga Independen dengan Kewenangan Eksekutorial
-
Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN