Suara.com - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa sangat prihatin melihat kondisi bayi anak Joni-Isa (55), warga miskin yang tinggal di gang sempit dan kumuh Tambora, Jakarta Barat. Anak ketiga Joni yang berusia belum genap satu bulan ini mengalami gizi buruk.
Berdasarkan pendampingan tim Kemensos, bayi ini lahir dengan berat 3,6 kilogram. Namun, setelah memasuki usia tiga minggu, beratnya turun drastis menjadi 1,7 kilogram.
"Ternyata ketiga anak pak Joni ini terindikasi kurang gizi," kata Khofifah seusai menjenguk keluarga Joni di Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (16/62017).
Sebelumnya, tim reaksi cepat Kemensos telah melakukan penilaian terhadap keluarga miskin ini. Mereka juga telah dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa.
"Saya juga sudah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan (Nila Farid Moeloek), agar keluarga ini juga mendapat perhatian untuk perbaikan gizi anak-anak mereka," tutur Khofifah.
Foto keluarga Joni sebelumnya sempat viral di media sosial, karena istrinya melahirkan di rumah gang sempit dan kumuh Tambora hanya beralaskan kardus.
Setelah mengetahui informasi itu, tim Kemensos mendatangi rumahnya dan mengevakuasi keluarga itu ke rumah perlindungan anak.
Baca Juga: Hidayat Nur Wahid: PKS Tak Sengaja Ketemu Rizieq Shihab di Arab
Berita Terkait
-
Dialog Mengharukan Khofifah dengan Keluarga Joni-Isa
-
Khofifah Jenguk Keluarga Joni-Isa, Anak-anaknya Bersuka Cita
-
Heboh 4 Pejabat Kelelahan, Langsung Tidur Pulas di Tempat Umum
-
Usai Menteri Susi, Kini Heboh Menteri Khofifah Tidur di Bandara
-
Kasihan, Bocah Korban Persekusi Punya Enam Saudara, Ibunya Janda
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?