Suara.com - Kementerian Hukum dan HAM menyelidiki indikasi keterlibatan oknum dalam menyediakan sel mewah untuk tahanan bernama Haryanto Chandra alias Gombak di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur.
"Iya akan ada tindakan. Irjen (inspektorat jenderal) sudah menyampaikan laporan lengkap, ada indikasi kerjasama dengan petugas (penyediaan fasilitas mewah)," kata Yasonna di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/6/2017).
Setelah ketahuan ada sel mewah, Yasonna langsung mencopot Kepala Lembaga Pemasyarakatan Cipinang Kunto Wiryanto dan memberhentikan Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Cipinang Sugeng Hardono.
"Orang kalapas sudah (dicopot dari jabatan), dan tunggu siapa yang memasok ini (fasilitas mewah di sel) akan ada tindakan," kata dia.
Kasus tersebut terungkap setelah petugas Badan Nasional Narkotika melakukan inspeksi mendadak.
"Penemuan itu, saat tim penyidik Tindak Pidana Pencucian Uang BNN melakukan penggeledahan di ruang sel Lapas Cipinang pada tanggal 31 Mei 2017 yang dihuni terpidana atas nama Haryanto Chandra alias Gombak," kata Kepala BNN Komisaris Jenderal Budi Waseso di gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (13/6/2017).
Selain itu, petugas juga menemukan satu unit laptop, satu unit IPAD, empat unit telepon genggam dan satu unit token.
"Dalam penggeledahan tersebut terlihat situasi ruangan sel yang tidak seperti ruangan sel pada umumnya. Di ruangan tersebut terdapat AC, CCTV yang bisa memonitor setiap orang yang datang, wifi, akuarium ikan arwana, dan menu makanan spesial," kata Budi.
Pada penggeledahan, tim juga menemukan aktivitas para narapidana sedang menghisap sabu di dalam ruangan sel.
Haryanto Chandra alias Gombak adalah narapidana Lapas Cipinang kelas IA yang telah divonis 14 tahun penjara.
Berdasarkan pengungkapan kasus tersebut, petugas berhasil menyita uang dalam rekening tersangka LLT dan A, satu unit rumah di Jawa Timur serta satu unit mobil minibus tahun 2017. Dengan total aset yang disita dalam kasus ini sebesar Rp9,6 miliar.
Citra
Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra Desmon J. Mahesa menilai keputusan Yasonna menonjobkan dan memecat anak buah setelah kasus temuan BNN tidak menyelesaian persoalan.
"Ini langkah yang paling menguntungkan dalam rangka membikin citra baru bahwa menteri bertanggungjawab memindahkan orang. Tapi persoalannya tidak menyelesaikan masalah," kata Desmon di DPR, Jakarta, Kamis (15/6/2017).
Desmon menyontohkan kasus temuan sel mewah yang dihuni terpidana perkara suap terhadap jaksa, Artalita Suryani alias Ayin, pada 2010, yang sampai sekarang tidak dituntaskan.
Setelah penemuan dua kasus sel mewah tersebut, Desmon semakin curiga kalau memang ada bisnis sewa menyewa sel lapas.
"Kasus Ayin kan sampai sekarang sama (tidak selesai). Berarti memang di sana terjadi transaksi, sewa-menyewa, atau orang yang punya duit di penjara bisa pelihara kepala lapas dan lain-lain," kata Desmon.
Menindaklanjuti kasus tersebut, kata Desmon, Komisi III akan melakukan kunjungan ke Lapas Cipinang.
"Jadi kita mau sewa di sana (kalau betul). Kita mau sidik di sana," kata dia.
Tag
Berita Terkait
-
Dikendalikan Napi Cipinang, Bareskrim Tangkap Aloy Terkait Peredaran Vape Etomidate
-
Kado Natal dari Balik Jeruji: 138 Warga Binaan Lapas Cipinang Terima Remisi, 2 Orang Bisa Bebas
-
Dari Lapas Cipinang, Ammar Zoni Resmi Huni Lapas 'Kelas Berat' di Tengah Hutan Nusakambangan
-
Arsitektur Sunyi 'Kremlin', Ruang Siksa Rahasia Orba yang Sengaja Dilupakan
-
Tak Kapok! Napi Residivis Kendalikan Bisnis 'Open BO Pelajar' dari Sel Lapas Cipinang
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Fakta Baru CCTV: Korban Kecelakaan Maut Transjakarta di Pondok Labu Sempat Sempoyongan
-
Fokus Kerja Dulu: Meski Didukung Relawan, Prabowo Kirim Pesan Mengejutkan Jelang Pemilu 2029
-
Jadwal Mudik Gratis Pemprov Jakarta, Perjalanan Balik ke Ibukota Juga Gratis
-
Detik-Detik Mengerikan! Tembok Pagar Raksasa Ambruk di SMPN 182 Kalibata, Kok Bisa?
-
BMKG: Cuaca Hari Ini Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Hampir di Semua Daerah
-
Diversifikasi Kearifan Lokal Desa Citengah dalam Pengembangan Desain Batik
-
Bisakah Sea Farming Berbasis Adat Menyelamatkan Ekonomi Nelayan Pesisir?
-
Indonesia Hadapi Tiga Krisis Lingkungan: Apa Dampaknya dan Apa yang Bisa Dilakukan?
-
Cerita Rocky Gerung Bantu Prabowo 'Serang Balik' Jokowi lewat Buku Francis Fukuyama
-
PDIP Soroti Prajurit TNI di Bawah Kendali BOP: Beresiko Tinggi Secara Politik Maupun Militer