Suara.com - Wisatawan asal Tangerang Selatan, Banten, Anas Budi Setiawan (18) hilang tenggelam di Laut Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tepatnya di Pantai Katapang Condong ketika berenang, Selasa (27/6/2017).
"Kejadian ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, Selasa, dan hingga kini belum ditemukan," kata Kepala Satuan Polair Polres Sukabumi AKP Amran Kusnandar di Sukabumi, seperti diberitakan Antara.
Informasi yang terhimpun, kecelakaan laut ini terjadi saat Anas berenang bersama dua rekannya Amarullah (17) dan Ibrahim Amin. Ketiganya berenang di Pantai Katapang Condong, Desa Citepus, Kecamatan Pelabuhanratu.
Diduga berenang terlalu ke tengah, tiba-tiba datang ombak tinggi yang langsung menggulung ketiganya. Melihat adanya wisatawan yang tenggelam, tim Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Sukabumi langsung melakukan pertolongan dan berhasil menyelamatkan Amarullah dan Ibrahim.
Namun nahas, tubuh Anas menghilang di tengah deburan ombak laut selatan tersebut. Saat kejadian, korban menggunakan celana pendek dan kaos hitam.
Ketua Forum Koordinasi SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukabumi Okih Fajri mengatakan, sudah membagi tim untuk melakukan pencarian korban tenggelam di dua lokasi berbeda.
Sebab, ada dua orang yang menjadi korban tenggelam pada musim libur Lebaran tahun ini. Selain Anas, ada pula Gunawan (15) warga Kampung Cisalempa, Desa Sukakersa, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi yang hilang tenggalam di Pantai Istiqomah, Desa Citepus.
Baca Juga: GNPF Sebut Jokowi Sejak Lama Ingin Dialog, Tapi Ada Penyumbat
Berita Terkait
-
'Hoax' Menara Masjid Raya Bandung Roboh, 2 Bocah Terinjak-injak
-
Teriak Histeris Menara Masjid Raya Bandung Roboh, Ternyata....
-
Tak Diberi e-KTP, Warga Ahmadiyah Manislor Sulit Menikah
-
Ditabrak, Mobil Parlindungan Malah Dirusak Warga Ciledug
-
Sipir Lapas Klas II Tangerang Ditembak Saat Bertransaksi Narkoba
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Pelaku Penembakan Acara Trump Terungkap, Foto Kenakan Kaos IDF Israel Viral
-
Gubernur Pramono Bahas Rencana Konser BTS 2026 Saat Temui Wakil Wali Kota Seoul
-
Candaan Jubir Gedung Putih Viral Usai Insiden Penembakan, Bak Prediksi Masa Depan
-
Tring Golden Run 2026, Pegadaian Gaungkan Investasi Emas Lewat Event Lari dan Pegadaian Peduli
-
Little Aresha Ternyata Ilegal! Pemda DIY Langsung Sisir Perizinan Seluruh Daycare di Yogyakarta
-
Kebakaran Hutan di Iwate Meluas, 3.000 Warga Otsuchi Dievakuasi
-
Ketum TP PKK Soroti Pentingnya Keamanan Perempuan di Semua Ruang, Termasuk Dunia Digital
-
KPAI: Anak Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Berpotensi Alami Trauma Serius!
-
AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak
-
Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!