Suara.com - Pekerja rumah tangga dan perawat bayi (baby sitter) sementara atau infal bisa mendapatkan penghasilan sebesar Rp5 juta hingga Rp6 juta selama periode mudik Hari Raya Idul Fitri.
Kumala yang biasa dipanggil Kukum, baby sitter infal yang bekerja untuk satu keluarga di Cibubur, Jakarta Timur, mengaku akan mendapatkan bayaran sebesar Rp6.250.000 setelah bekerja selama 25 hari sejak seminggu sebelum Lebaran hingga pertengahan Juli 2017.
"Satu hari saya dibayar Rp250.000, kalau ditotal bekerja 25 hari, saya akan dapat uang enam juta lebih," kata Kukum yang disalurkan melalui yayasan penyalur PRT, baby sitter, dan tukang kebun di Jakarta Timur, dikutip dari Antara, Rabu (28/6/2017).
Kukum mengatakan penghasilannya tahun ini lebih besar jika dibandingkan tahun lalu karena sebelumnya hanya dibayar Rp200 ribu per hari.
"Tahun ini, alhamdulillah, lebih besar. Saya juga dikasih bingkisan baju dari majikan pas Lebaran," kata Kukum sudah bekerja menjadi baby sitter selama 12 tahun.
Murni, seorang PRT infal dari yayasan di Jakarta Selatan, yang juga bekerja sementara di salah satu rumah di Cileungsi, Jawa Barat, mengaku akan mendapatkan penghasilan sebesar Rp5 juta setelah bekerja selama 25 hari.
"Satu hari saya dibayar Rp200.000 untuk gantikan pembantu rutin di sini. Pekerjaannya ya sama seperti yang sudah-sudah, beresin rumah mulai pagi sampai malam. Lumayan berat, karena tuan saya banyak tamunya," kata Murni asal Padalarang, Jawa Barat itu.
Murni yang sebelumnya bekerja sebagai tenaga kebersihan (cleaning service) di sebuah ruko niaga di kawasan Pluit, Jakarta Utara, mengatakan baru bekerja sebagai PRT infal dalam dua tahun terakhir.
"Usia saya sudah 36 tahun, susah melamar pekerjaan lagi, kalau ada kesempatan ingin jadi PRT rutin saja supaya bisa ada penghasilan rutin," kata Murni.
Banjir order
Yayasan penyalur PRT dan baby sitter kebanjiran pesanan pekerja infal selama musim Lebaran. Sejumlah yayasan memberikan syarat minimal penggunaan jasa infal selama 10, 15 atau 25 hari agar para pekerja mendapatkan upah yang cukup.
"Saat ini sudah habis. Menurut jadwal baru ada lagi pada 1 Juli," kata Ladi dari Yayasan Mulia Jaya di Jakarta Barat melalui sambungan telepon.
Sadiah dari Yayasan Bunda, Depok, Jawa Barat, mengatakan dengan adanya minimal hari penggunaan jasa, maka penghasilkan yang didapatkan PRT dan baby sitter infal akan maksimal.
"Kalau cuma beberapa hari kan sedikit ya, jadi minimal 10 sampai 25 hari supaya jumlahnya banyak dengan bayaran per hari Rp150.000 hingga Rp200.000 untuk PRT dan Rp200.000 hingga Rp300.000 untuk baby sitter," kata Sadiah.
Kokom, petugas administrasi dari Yayasan Tiara Cipta, mengatakan pengguna jasa PRT dan baby sitter infal memang banyak di masa libur Lebaran, namun setelah lebaran juga masih ada peminatnya, terutama untuk menggantikan PRT rutin yang tidak kembali kepada majikannya.
Tag
Berita Terkait
-
Kasus TPPO Jual Bayi Terungkap di Medan, Kemen PPPA Sebut Modus Sudah Dilakukan Sebelum Anak Lahir
-
Kapan Lebaran NU dan Muhammadiyah Tahun 2026? Cek Jadwal dan Penjelasannya
-
Biarlah Bodoh ini Abadi
-
Angka Kematian Bayi Masih Tinggi, Menkes Dorong Program MMS bagi Ibu Hamil
-
Dikenal Tajir, Menu Makanan Sehari-hari Anak Sisca Kohl Jadi Omongan
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Antisipasi Puncak Cuaca Ekstrem, BPBD Tebar 2,4 Ton Bahan Semai di Hari Keenam OMC
-
Wacana Polri di Bawah Kementerian Mengemuka, Yusril Tegaskan Masih Tahap Opsi Reformasi
-
Ratusan Warga Serang Masih Mengungsi, Banjir Dominasi Bencana Hidrometeorologi
-
Drama Sidang Korupsi: Hakim Ad Hoc Walkout Tuntut Gaji, Kini Diperiksa KY
-
Antisipasi Jalan Rusak akibat Banjir, Dinas Bina Marga DKI Lirik Aspal 'Sakti' yang Bisa Serap Air
-
Pascabencana Bireuen, Mendagri Tito Tinjau Infrastruktur Jembatan
-
Keterlibatan TNI-Polri Jadi Petugas Haji 2026 Melonjak Drastis, Menhaj: Naik Hampir 100 Persen Lebih
-
Konflik Agraria Belum Usai, Legislator Gerindra Minta Pemerintah Buang Ego Sektoral demi Keadilan
-
Tunjangan Panitera Cuma Rp400 Ribu, DPR Peringatkan Bahaya: Kualitas Pengadilan Taruhannya!
-
MBG Bertransformasi: dari Piring Makan ke Jaring Pengaman Sosial