Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan. [Suara.com/Nikolaus Tolen]
Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan sudah mendengar kabar pimpinan Front Pembela Islam melakukan perjalanan ke Yaman dari Arab Saudi. Rizieq sedang ditunggu penyidik untuk diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan pornografi.
"Nggak apa-apa, nikmati aja dulu jalan-jalannya," kata Iriawan saat memantau persiapan arus balik di gerbang tol Cikarang Utama, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Jumat (30/6/2017).
Iriawan menegaskan proses hukum terhadap Rizieq terus berlangsung. Penyidik, saat ini sedang melengkapi berkas perkara dengan memperkuat bukti, di antaranya lewat keterangan para saksi.
"Kita lihat saja nanti, nggak (terganggu) juga, santai-santai saja," katanya.
Pertemuan tujuh tokoh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Minggu (25/6/2017), tidak mempengaruhi Polda Metro Jaya dalam menyidik kasus Rizieq.
"Polda tetap melakukan penyidikan sesuai aturan," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono kepada Suara.com, Rabu (28/6/2018).
Argo tidak mau menduga-duga mengenai topik yang dibahas dalam pertemuan di hari Idul Fitri itu, apakah membahas keinginan kelompok Rizieq untuk rekonsiliasi atau tidak.
"Kami nggak usah berandai-andai, kami tunggu saja. Kami yang terpenting polisi tetap melaksanakan penyidikan sesuai aturan," katanya.
Sebelum pertemuan, Rizieq menginginkan adanya rekonsiliasi antara GNPF dengan pemerintah. Pakar hukum Yusril Izha Mahendra yang diminta menjadi mediator oleh Rizieq kemudian mengusulkan formulai rekonsiliasi yang dengan pemberian abolisi atau peniadaan tuntutan pidana oleh presiden kepada ulama dan aktivis.
Argo mengatakan jika nanti Presiden memberikan abolisi tentu Polri akan menghormati keputusan Kepala Negara.
"Kami kan bawahan Presiden, kalau presiden memerintahkan,kami nurut aja," kata Argo.
"Nggak apa-apa, nikmati aja dulu jalan-jalannya," kata Iriawan saat memantau persiapan arus balik di gerbang tol Cikarang Utama, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Jumat (30/6/2017).
Iriawan menegaskan proses hukum terhadap Rizieq terus berlangsung. Penyidik, saat ini sedang melengkapi berkas perkara dengan memperkuat bukti, di antaranya lewat keterangan para saksi.
"Kita lihat saja nanti, nggak (terganggu) juga, santai-santai saja," katanya.
Pertemuan tujuh tokoh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Minggu (25/6/2017), tidak mempengaruhi Polda Metro Jaya dalam menyidik kasus Rizieq.
"Polda tetap melakukan penyidikan sesuai aturan," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono kepada Suara.com, Rabu (28/6/2018).
Argo tidak mau menduga-duga mengenai topik yang dibahas dalam pertemuan di hari Idul Fitri itu, apakah membahas keinginan kelompok Rizieq untuk rekonsiliasi atau tidak.
"Kami nggak usah berandai-andai, kami tunggu saja. Kami yang terpenting polisi tetap melaksanakan penyidikan sesuai aturan," katanya.
Sebelum pertemuan, Rizieq menginginkan adanya rekonsiliasi antara GNPF dengan pemerintah. Pakar hukum Yusril Izha Mahendra yang diminta menjadi mediator oleh Rizieq kemudian mengusulkan formulai rekonsiliasi yang dengan pemberian abolisi atau peniadaan tuntutan pidana oleh presiden kepada ulama dan aktivis.
Argo mengatakan jika nanti Presiden memberikan abolisi tentu Polri akan menghormati keputusan Kepala Negara.
"Kami kan bawahan Presiden, kalau presiden memerintahkan,kami nurut aja," kata Argo.
Komentar
Berita Terkait
-
Bantah Jadi Pembisik Prabowo Soal Yaman, Dudung Beri Pesan Menohok ke Habib Rizieq: Jaga Mulut
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
-
Dasco dan Habib Rizieq Bertemu di Petamburan, Titip Pesan Ini untuk Presiden Prabowo
-
FPI Gelar Reuni 212 di Monas, Habib Rizieq Shihab Dijadwalkan Hadir
-
Syahganda Bocorkan Amnesti Jilid 2: Prabowo Bakal Ampuni Ratusan Musuh Politik Jokowi
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas
-
3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar
-
Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat
-
Jangan Cuma Salahkan Sopir! DPR Soroti Kondisi Jalan Nasional di Balik Kecelakaan Maut Bus ALS
-
Resmi! Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Siap Pilih Ketum PBNU dan Rais Aam
-
Listyo Sigit Buka Suara soal Rekomendasi Calon Kapolri Harus Punya Sisa Masa Dinas 2-3 Tahun
-
Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama Muncul di Dakwaan Korupsi, Menkeu: Tak Dinonaktifkan
-
Gus Ipul Bantah Tahan SK Jelang Muktamar PBNU: Itu Kabar Menyesatkan
-
Motif 'Sakit Hati' Gugur di Persidangan! TAUD: Serangan ke Andrie Yunus Itu Operasi, Bukan Dendam
-
Hakim Nur Sari Semprot Dirjen Binwasnaker Fahrurozi: Saudara Lahir di Kemnaker, Masa Tidak Tahu?