Ilustrasi penjara (Shutterstock).
Direktorat III Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri menahan mantan Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah Papua Johan Kafiar di Polda Metro Jaya, Kamis (13/7/2017), atas dugaan terlibat korupsi pemberian kredit kepada PT. Sarana Bahtera Irja.
"Johan Kafiar, Dirut BPD Papua ditahan atas kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian kredit kepada PT. Sarana Bahtera Irja pada tahun 2008-2014 senilai Rp270.260.547.382," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul di kantor Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta.
Modusnya, kata Martinus, pemberian kredit yang tidak sesuai dengan peraturan undang-undang dan mengakibatkan kerugian negara.
"Untuk kasus pemberian kredit, modusnya kredit kepada PT. SBI diberikan tidak sesuai peraturan perundang-undangan yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp270.260.547.382," kata dia.
Martinus mengatakan kasus tersebut sekarang sedang dikembangkan.
"Penyidik masih mengembangkan untuk tersangka berikutnya," kata dia.
"Johan Kafiar, Dirut BPD Papua ditahan atas kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian kredit kepada PT. Sarana Bahtera Irja pada tahun 2008-2014 senilai Rp270.260.547.382," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul di kantor Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta.
Modusnya, kata Martinus, pemberian kredit yang tidak sesuai dengan peraturan undang-undang dan mengakibatkan kerugian negara.
"Untuk kasus pemberian kredit, modusnya kredit kepada PT. SBI diberikan tidak sesuai peraturan perundang-undangan yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp270.260.547.382," kata dia.
Martinus mengatakan kasus tersebut sekarang sedang dikembangkan.
"Penyidik masih mengembangkan untuk tersangka berikutnya," kata dia.
Tag
Komentar
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan