Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (22/6/2017). [Suara.com/Ummy Hadyah Saleh]
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto berharap setelah Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Ketua DPR dari Partai Golkar Setya Novanto menjadi tersangka kasus korupsi e-KTP tidak mengganggu kinerja pemerintah.
Hasto mengatakan saat ini banyak agenda kebijakan pemerintah yang perlu mendapat dukungan DPR, Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- Undang tentang Organisasi Kemasyarakatan, RUU Pemilu, dan revisi UU tentang APBN, contohnya.
"Sehingga dalam konteks itu, tentu saja kami terus melakukan koordinasi dan konsolidasi agar peristiwa yang terjadi tersebut tidak mengganggu jalannya pemerintahan dan hubungan antara pemerintah dan DPR," ujar Hasto usai menghadiri acara di Hotel Pullman, Jalan M. H. Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (19/7/2017).
Hasto mengatakan saat ini banyak agenda kebijakan pemerintah yang perlu mendapat dukungan DPR, Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- Undang tentang Organisasi Kemasyarakatan, RUU Pemilu, dan revisi UU tentang APBN, contohnya.
"Sehingga dalam konteks itu, tentu saja kami terus melakukan koordinasi dan konsolidasi agar peristiwa yang terjadi tersebut tidak mengganggu jalannya pemerintahan dan hubungan antara pemerintah dan DPR," ujar Hasto usai menghadiri acara di Hotel Pullman, Jalan M. H. Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (19/7/2017).
Bagaimana jika nanti Novanto mundur dari posisi ketua Golkar, dan penggantinya keluar dari koalisi pendukung Jokowi? Hasto menekankan bahwa semua anggota koalisi saling menghormati kedaulatan partai.
"Kami punya komitmen bahwa sebagai sesama partai politik pengusung pemerintah, kami tidak akan campur tangan kepada kedaulatan setiap partai," kata Hasto.
Sebab, kata Hasto, setiap partai mempunyai mekanisme dan AD/ART sendiri-sendiri.
"Terhadap hal tersebut kami hanya bisa menyampaikan rasa prihatin, dan semoga ini juga menjadi sebuah pelajaran yang sangat penting. Tidak hanya bagi elit politik, tapi juga bagi parpol di Indonesia," kata dia.
Kemarin, Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya menyelenggarakan rapat pleno untuk menyikapi status Novanto.
Salah satu hasil rapat, Golkar tidak akan menyelenggarakan musyawarah nasional luar biasa untuk mengganti posisi Novanto.
Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid mengatakan rapat menghasilkan tujuh poin, di antaranya Golkar tetap mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, kemudian tetap melaksanakan keputusan Rapat Pimpinan Nasional 2017 yaitu mendukung Jokowi sebagai calon presiden tahun 2019.
"Kami punya komitmen bahwa sebagai sesama partai politik pengusung pemerintah, kami tidak akan campur tangan kepada kedaulatan setiap partai," kata Hasto.
Sebab, kata Hasto, setiap partai mempunyai mekanisme dan AD/ART sendiri-sendiri.
"Terhadap hal tersebut kami hanya bisa menyampaikan rasa prihatin, dan semoga ini juga menjadi sebuah pelajaran yang sangat penting. Tidak hanya bagi elit politik, tapi juga bagi parpol di Indonesia," kata dia.
Kemarin, Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya menyelenggarakan rapat pleno untuk menyikapi status Novanto.
Salah satu hasil rapat, Golkar tidak akan menyelenggarakan musyawarah nasional luar biasa untuk mengganti posisi Novanto.
Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid mengatakan rapat menghasilkan tujuh poin, di antaranya Golkar tetap mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, kemudian tetap melaksanakan keputusan Rapat Pimpinan Nasional 2017 yaitu mendukung Jokowi sebagai calon presiden tahun 2019.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
HUT Fraksi Golkar, Sarmuji Kenang Jasa Setya Novanto: Saya Banyak Belajar Menghadapi Tekanan
-
Mengintip Rumah Setya Novanto di Kupang yang Dilelang KPK, Harganya Miliaran!
-
Pembebasan Bersyarat Setya Novanto Digugat! Cacat Hukum? Ini Kata Penggugat
-
Setnov Bebas Bersyarat, Arukki dan LP3HI Ajukan Gugatan ke PTUN Jakarta: Kecewa!
-
Terpopuler: Anak Setya Novanto Menikah, Gaji Pensiunan PNS Bakal Naik Oktober 2025?
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Andrie Yunus Jalani Operasi Lanjutan, Dokter Fokus Selamatkan Bola Mata Kanan
-
Arus Lebaran 2026 Menguat, Tol GempolPasuruan Didominasi Pergerakan ke Arah Pasuruan
-
Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional, Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi
-
Prabowo Dorong Reformasi TNI: Penegakan Hukum Internal Diperketat, Tak Ada Toleransi Pelanggaran!
-
Cerita Arus Balik: Syamsudin Trauma Macet 27 Jam di Jalan, Derris Pilih War Tiket Sejak H-45
-
Anak Durhaka! Kata-kata Sadis Remaja 18 Tahun Usai Bunuh Ibu Kandung
-
Akal Bulus Model Cantik Tipu Pria Kaya, Korban Merugi Sampai Rp3 Miliar
-
Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas