Suara.com - Badan SAR Nasional Kaltim-Kaltara melaporkan sebuah kapal cepat (speedboat) terbakar di perairan Kota Tarakan, Kalimantan Utara.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Kaltim-Kaltara, Octavianto di Balikpapan melalui pesan tertulisnya, Selasa malam menyatakan, laporan dari Pos Basarnas Kota Tarakan tenang adanya kapal cepat terbakar di tengah laut sekitar pukul 17.45 WIT.
Kapal cepat SB Bumi Jati warna biru dengan mesin 40 PK terbakar langsung tenggelam.
Kapal cepat itu berangkat dari PT Mustika Tarakan dengan motoris bernama Budiman (30) beralamat Jalan Gajah Mada RT 01 Kelurahan Karang Anyar Pantai Kota Tarakan.
Ditemani dua rekannya bernama Agung (20) beralamat Jembatan Bongkok RT 22 Kelurahan Karang anyar Pantai Kota Tarakan dan Umar (34) beralamat Pelabuhan Perikanan RT 27 Kelurahan Karang Anyar Tarakan.
Kapal cepat ini memuat 13 es balok dan belum diketahui tujuannya, tiba-tiba terbakar dalam perjalanan tak jauh dari Pelabuhan Perikanan Kota Tarakan.
"Mesin speedboat yang terbakar ini pertama kali terdengar suara ledakan. Ternyata yang meledak itu mesinnya. Motoris bersama dua penumpangnya berusaha memadamkan tapi tidak mampu mengatasinya," kata Octavianto.
Motoris bersama dua penumpangnya langsung menyelamatkan diri. [Antara]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi
-
Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural
-
JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai
-
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal
-
Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan
-
Rangkul Homeless Media, Bakom Perkenalkan Mitra Baru New Media Forum