Suara.com - Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansuri Marsudi menyatakan Indonesia melakukan segala upaya diplomasi yang bisa digerakkan guna membebaskan Masjid Al-Aqsa, tempat suci umat Islam, dari cengkeraman Israel, hingga bisa digunakan beribadah secara damai.
"Intinya adalah kita gunakan semua jalan, semua yang dapat kita lakukan untuk membantu Palestina. Pembatasan hak untuk melakukan ibadah sama sekali tidak bisa diterima," kata Menlu di Kantor Wapres, Jakarta, Kamis (27/7/2017).
Indonesia tidak dapat menerima adanya penggunaan kekerasan dan tidak dapat menoleransi kekerasan sistemik dan pelanggaran terhadap hak-hak dasar bangsa Palestina, termasuk hak untuk menjalankan ibadah keagamaan.
Saat ini, Israel sudah mencabut metal detector tetapi masih memasang cctv dan belum menyatakan mencabut pembatasan ibadah dan tidak ada jaminan Israel tidak akan mengulangi tindakannya terhadap Masjid Al Aqsa.
Menlu menegaskan, diplomasi di Indonesia tidak hanya bergerak dari Jakarta, dari ibu kota, tetapi juga bergerak melalui berbagai kedutaan Indonesia yang ada di luar negeri.
Indonesia bergerak cepat dengan mendesak adanya sidang khusus Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) guna membahas Masjid Al-Aqsa.
Sidang ini penting untuk memperkuat solidaritas dan persatuan dalam mendukung kepada Palestina. Hal ini membuahkan hasil sidang khusus OKI untuk membahas ini pada 1 Agustus mendatang di Turki.
"Penyelengaraan pertemuan ini salah satunya juga atas desakan Indonesia, karena minggu lalu beberapa kali saya melakukan komunikasi dengan sekretariat OKI, saya berkomunikasi dengan beberapa menteri luar negeri negara anggota OKI dan pada saat itu saya menekankan pentingnya OKI untuk segera melakukan sidang khusus untuk membahas situasi di Al-Aqsa," katanya.
Sebelumnya, Menlu pada, Rabu (26/7/2017) sore, menelepon Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi untuk membahas krisis yang terjadi di Palestina tersebut selama kurang lebih 35 menit.
Baca Juga: Diplomasi Nasi Goreng Gerobakan ala SBY ke Prabowo
Komunikasi tersebut dilakukan Menlu mengingat Cina saat ini menjadi Ketua Dewan Keamanan PBB.
"Salah satu yang kita harapkan agar Dewan Keamanan PBB melakukan sesuatu untuk Al-Aqsa. Oleh karena itu, dalam pembicaraan dengan Menlu RRC, saya sampaikan kembali harapan kita agar di bawah Presidency RRC, Dewan Keamanan PBB dapat melakukan sesuatu untuk Al-Aqsa," katanya.
Tidak hanya itu, menurut Menlu, perwakilan tetap Indonesia di PBB dalam debat terbuka DK PBB yang membahas tentang situasi di Timur Tengah, termasuk Palestina, diadakan di New York, Amerika Serikat, Selasa, 25 Juli 2017, juga menyampaikan pesan yang sama.
"Jadi sekali lagi 'we use all posible avenue' (kita akan memanfaatkan semua wadah--red)untuk membantu perjuangan rakyat Palestina," katanya. [Antara]
Berita Terkait
-
Israel Resmi Gabung BoP, Pakar UGM Sebut Indonesia Terjebak Diplomasi 'Coba-Coba' Berisiko Tinggi
-
SBY Minta Pemerintah Dalami Aturan Board of Peace Sebelum Bayar Iuran Rp17 Triliun
-
Isarel Gabung Board of Peace, Kemlu Jelaskan Sikap Indonesia
-
AS Siapkan Kirim Kapal Induk Kedua ke Wilayah Iran di Tengah Ancaman Perang
-
8.000 Personel TNI Dikirim ke Gaza untuk Misi Damai, Disebut Bakal Lucuti Hamas
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
- 5 HP Infinix Terbaru dengan Performa Tinggi di 2026, Cek Bocoran Spefikasinya
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Kemensos dan BPS Lakukan Groundcheck 11 Juta PBI-JKN yang Dinonaktifkan, Target Tuntas Dua Bulan
-
Bupati Buol Akui Terima Rp 160 Juta dan Tiket Konser BLACKPINK, KPK Siap Usut Tuntas!
-
KPK Dalami Hubungan Jabatan Mulyono di 12 Perusahaan dengan Kasus Restitusi Pajak
-
Saksi Ahli Berbalik Arah! Mohamad Sobary Dukung Roy Suryo Cs dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Gus Yaqut Praperadilan: Ini Tiga Alasan di Balik Gugatan Status Tersangka Korupsi Kuota Haji
-
Kampung Nelayan Merah Putih Diubah Jadi 'Mesin Ekonomi' Baru, Ini Rencananya
-
Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Din Syamsuddin Diperiksa Selama 4 Jam
-
Israel Resmi Gabung BoP, Pakar UGM Sebut Indonesia Terjebak Diplomasi 'Coba-Coba' Berisiko Tinggi
-
Polemik Adies Kadir Memanas: Apakah MKMK 'Mengambil Alih' Keputusan DPR?
-
Kejagung Geledah Sejumlah Perusahaan di Sumatra Terkait Korupsi Ekspor CPO