Suara.com - Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Kamis mengatakan bahwa shalat akan dilanjutkan di Masjid Al-Aqsa di Jerusalem Timur, setelah penguasa Yahudi mencabut semua tindakan keamanan yang kontroversial.
Ulama senior Palestina pada hari yang sama menyerukan diakhirinya protes dan dilanjutkannya shalat di masjid tersebut. Sementara itu mereka juga memperingatkan Israel agar tidak melakukan campur-tangan lagi di tempat suci Islam tersebut.
Kementerian Luar Negeri Palestina juga mengucapkan selamat kepada rakyat Palestina atas prestasi besar itu, yang mereka capai melawan pendudukan Yahudi, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis malam. Kementerian tersebut menyerukan dikembalikannya secara penuh status sah dan sejarah Masjid Al-Aqsha, kata laporan media.
Ulaha senior di Jerusalem Mohamed Hussein mengatakan tuntutan rakyat Palestina ialah masuk secara bebas ke dalam Masjid Al-Aqsa dari semua pintu masuk dan tanpa pembatasan usia.
Penguasa Yahudi sebelum fajar melucuti alat pendeteksi logam, kamera pengawas dan bangunan logam yang dipasangnya di pintu masuk masjid tersebut.
Rakyat Palestina telah memprotes di gerbang Masjid Al-Aqsha dan di seluruh Tepi Barat Sungai Jordan sejak Israel menutup masjid itu dan mulai memasang detektor-logam baru serta kamera pengawas di semua pintu masuk ke tempat suci tersebut. Pada 14 Juli terjadi penembakan sehingga menewaskan tiga orang Palestina dan dua petugas keamanan Israel di dekat masjid itu.
Penguasa Yahudi kemudian menutup Masjid Al-Aqsha selama dua hari, sementara bentrokan terjadi di beberapa lokasi di Jerusalem Timur dan Tepi Barat, sehingga menewaskan sembilan orang Palestina dan melukai lebih dari 500 orang lagi, sementara sembilan orang lagi ditangkap.
Abbas, yang menghadapi tekanan masyarakat, telah memutuskan untuk membekukan semua kontak dengan Israel, kecuali semua tindakan yang dilakukan setelah 14 Juli dibatalkan. [Antara]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!
-
Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia
-
Tolak SPPG di Dalam Kampus, UMY Usul Fokus Jadi Mitra Kajian Program MBG
-
'Kode Merah' di Balik Room VIP: Bareskrim Bongkar Modus Narkoba di B-Fashion dan The Seven Jakbar
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026
-
Sadis! Hanya Demi Motor, Pemuda di Karawang Nekat Habisi Nyawa Adik Kelas di Bantaran Citarum
-
Mahfud MD Ungkap Isi Obrolan dengan Jokowi di Kondangan Soimah: Gak Ada Bahas Politik
-
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK: Soroti Ancaman Denda Rp500 Juta dan Kontrol Global
-
Siswa SMK Karawang Terancam Hukuman Mati Usai Rencanakan Pembunuhan Adik Kelas