Kepolisian Daerah Metro Jaya mempunyai rencana memberdayakan juru parkir liar atau yang biasa disebut "Pak Ogah" alias warga sipil yang suka mengatur arus lalu lintas. Namun rencana ini dipertanyakan oleh Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S. Pane.
"Itu kan pernah diconlba, beberapa tahun lalu polisi pernah merekrut, mereka dikasih rompi dan diberi pengarahan. Tapi itu hanya sesaat. Setelah itu mereka tidak terurus itu juga sudah tidak ada lagi (pemberdayaan Pak Ogah)," kata Neta, Sabtu (29/7/2017).
Neta menyebut bila Polda Metro Jaya merekrut dan memberdayatakan Pak Ogah untuk membantu polisi dalam mengurai kemacetan lalu lintas, maka konsep tersebut harus jelas. Pasalnya berdasarkan pengalaman sebelumnya, para Pak Ogah yang sempat direkrut tersebut pada akhirnya kembali terlantar.
"Ya, itu kan perlu konsisten dan konsep yang matang. Jangan hangat - hangat lagi sekarang. Tapi, seperti yang dulu kan jadi nggak ada gunanya Pak Ogah," ujar Neta.
Neta mengatakan bila polisi tidak konsisten dalam perekrutan dan memberdayakan Pak Ogah, maka hanya akan menimbulkan persoalan baru. Terutama jika nantinya mereka kembali tidak ada yang mengurus.
"Itu kan selama ini kami lihat kelemahan dari konsep dan program Dirlantas Polda Metro adalah tidak konsisten dan tambal sulam. Setiap ganti komandan ganti konsep. Akibatnya tidak ada kesinambungan, jadi perlu konsep yang jelas untuk rencana itu," kata Neta.
Maka dari itu, Neta menunggu kejelasan dari rencana Polda Metro Jaya merekrut Pak Ogah sebagai solusi yang baik untuk mengurai kemacetan.
" Mari kita tunggu saja. Konsistensinya dan nasib konsep itu ke depan," ujar Neta.
Baca Juga: Polda Metro Mulai Mendata 'Pak Ogah' untuk Jadi Supeltas
Sebelumnya, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Halim Pagarra mengatakan wacana ini sedang dibahas.
"Menggunakan Supertas, sukarelawan pengatur lalu lintas, itu program yang akan dibicarakan, dipresentasi. Nanti dia akan pakai seragam," kata Halim di Polda Metro Jaya, Jumat (21/7/2017).
Supertas akan ditempatkan ke beberapa titik yang paling rawan macet. Mereka akan diberi seragam khusus untuk mengenali fungsi mereka.
Terkait honor supertas, Halim mengatakan polisi akan bekerjasama dengan perusahaan swasta dengan memanfaatkan dana company social responsibility.
"Itu kita minta beberapa perusahaan untuk menggaji dia, melalui CSR itu, nanti kita minta untuk (memberi upah) pengatur lalu lintas," terangnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan