Suara.com - Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPR RI membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang tidak menyetujui kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, soal pemberlakuan sekolah lima hari dan full day school.
"Bagi kami, posko pengaduan ini menjadi sangat penting peranannya karena akan menjadikan legitimasi keberatan masyarakat yang memang secara data betul-betul akurat," kata Ketua Fraksi PPP Reni Marlinawati di DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (3/8/ 2017).
Ia mengatakan, tanpa ada pengaduan masyarakat, Menteri Muhadjir kemungkinan tidak memercayai bahwa kebijakannya itu ditolak masyarakat.
Karenanya, kata dia, dengan mengumpulkan pengaduan masyarakat, protes terhadap kebijakan tersebut bisa terjustifikasi.
"Seluruh pengaduan yang diterima posko nantinya akan menjadi rekomendasi resmi kami untuk disampaikan ke Mendikbud dan Presiden Joko Widodo,” terangnya.
Reni menjelaskan, inisiatif membuka posko pengaduan itu berangkat dari banyaknya keluhan masyarakat yang diterima Fraksi PPP, baik di pusat maupun di daerah.
"Misalnya, ini ada tamu lima anggota DPRD dari Rembang. Mereka ini dalam rangka menyampaikan keluhan. Mereka sampai diutus oleh para alim ulama di sana, oleh masyarakat di sana, tolong sampaikan protes ini," terangnya.
Ia mengklaim, sejak dikeluarkannya Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017, masyarakat banyak yang melayangkan protes, hingga akhirnya Presiden Joko widodo meminta agar penerapan Permen tersebut ditunda sembari dilakukan pengkajian terlebih dahulu.
Baca Juga: Merasa Dibuntuti, Penyelundup 1 Ton Sabu Sempat ke Malaysia
Namun, hingga kekinian, kajian itu belum juga disampaikan kepada publik. "Kami menganggap bahwa selain tanpa diawali oleh kajian, kebijakan ini sangat terburu-buru," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes
-
Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?
-
KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?
-
Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office
-
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama
-
33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!
-
Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!
-
Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal