Suara.com - Keputusan fraksi Gerindra mundur dari Panitia Khusus Hak Angket KPK, praktis tinggal menyisakan partai pendukung pemerintah di dalamnya.
Partai-partai tersebut adalah PDI Perjuangan, Golkar, Hanura, Nasdem, PPP, dan PAN. Hanya PKB, partai pendukung pemerintah, yang sedari awal tidak mengirimkan perwakilannya di Pansus.
Terkait hal ini, politikus PDI Perjuangan, Eddy Kusuma Wijaya mengatakan, tidak ada hubungan antara partai pemerintah dengan Pansus Hak Angket KPK.
Anggota Pansus Hak Angket KPK itu juga menampik anggapan Pansus digelar sebagai upaya pelemahan terhadap lembaga anti-rasuah tersebut.
"Nggak lah. DPR kan lain tugasnya dengan presiden, kan lain-lain. Kita ini legislatif, nah presiden eksekutif," kata Eddy di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (26/7/2017).
Menurutnya, Pansus Hak Angket KPK ingin memperkuat kerja KPK. Sebab, nantinya akan ada evaluasi terkait koordinasi antara Polri, Kejaksaan, BPK, PPATK, dan DPR secara politik.
"Jadi supaya dia kuat. Tidak berjalan sendiri. Kemudian di DPR ini dia bisa minta dukungan melalui UU atau peraturan. Kemudian dia bisa minta dukungan personel anggaran, fasilitas dan lain-lain. Tapi kalau sendiri gimana mau dukung, siapa yang menguatkan?" ujarnya.
"Sebetulnya kita butuh KPK. KPK ini adalah tuntutan reformasi. Tapi kita mau KPK yang baik. Yang dalam menjalankan proses penegakan hukum tidak menimbulkan masalah hukum yang baru. Karena proses penegakan hukum tidak menimbulkan masalah hukum yang baru," sambung Eddy.
Baca Juga: KPK Tetapkan Dua Tersangka Kasus Korupsi Diknas Klaten
Berita Terkait
-
Lebaran di KPK, Sudewo Beri Pesan Idulfitri Kepada Warga Pati
-
Megawati Rayakan Lebaran Bersama Keluarga dan Sahabat, Beri Pesan soal Persaudaraan
-
67 Tahanan Rayakan Idulfitri di Rutan, KPK Sediakan Layanan Khusus
-
Momen Lebaran di Rutan, KPK Izinkan 81 Tahanan Korupsi Bertemu Keluarga pada Idul Fitri 2026
-
KPK Soroti Pola Berulang Korupsi Kepala Daerah
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
SBY dan Jokowi Dijadwalkan Silaturahmi Lebaran ke Istana Temui Prabowo Sore Ini, Bagaimana Megawati?
-
Jelang Kick Off Piala Dunia 2026, Meksiko Kembali Membara: Polisi Tangkap Bos Kartel Sinaloa
-
Bisa Makan Gratis di Istana! Begini Suasana Open House Presiden Prabowo Siang Ini
-
Tegas! Swiss Setop Ekspor Senjata ke AS hingga Langit Ikut 'Dikunci'
-
Survei Mengejutkan: Mayoritas Warga AS Nilai Perang Iran Lebih Untungkan Israel
-
Presiden Prabowo Apresiasi Progres Signifikan Pemulihan Pascabencana Sumatera
-
100 Ribu Dokumen Rahasia Mossad Bocor! Kelompok Hacker Klaim Ungkap Operasi Global Israel
-
Berani! Tolak Mentah-mentah Permintaan AS, Sri Lanka Diam-diam Bantu 32 Awak Kapal Iran
-
Lebaran di Markas PDIP: Megawati Jamu Dubes Palestina hingga Rusia, Ini yang Jadi Bahasan
-
Kasatgas Tito Bersama Presiden Laksanakan Salat Idulfitri di Kabupaten Aceh Tamiang