Suara.com - Empat warga Taiwan sudah lebih dulu datang ke Kabupaten Serang, Banten. Sementara kapal Wanderlust yang mengangkut sekitar satu ton sabu masih di berlayar menuju perairan Banten.
Selama menunggu kedatangan kapal, keempatnya menginap di Fave Hotel, Taman Sari, Jakarta Pusat. Tetapi mereka sering bolak balik Jakarta Serang untuk memastikan apakah kiriman sudah datang atau belum.
"Selama di (Fave) Hotel, Taman Sari itu mereka sempat 3 kali ke Anyer. Jalan-jalan doang ngecek kondisi," kata Kepala Sub Direktur III Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Bambang Yudhantara di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (3/8/2017).
Setelah mendapatkan informasi kapal segera merapat, pada Selasa (11/7/2017), mereka berempat pindah ke Anyer. Mereka menyewa kamar di dua hotel berbeda.
"Jadi mereka nginap di hotel sekitar situ. Dua hari sebelumnya sudah di Anyer. Booking dua kamar di dua hotel berbeda, bersebelahan. Supaya kegiatan mereka nggak kebaca mereka misah," kata dia
Selama dua hari itu, mereka menyaru menjadi turis agar gerak-gerik tidak dicurigai.
"Ada satu kali mereka ke sana sempat bermalam dua malam. Tapi kegiatan kayak orang liburan doang, ke pantai berenang," kata dia.
Sampai akhirnya pada Kamis (13/7/2017), sekitar jam 24.00 WIB, keempat warga Taiwan meninggakan hotel menuju bekas dermaga yang terletak di kawasan bekas Hotel Mandalika.
Saat itu, kata Bambang, aparat sudah mengintai aktivitas di sekitar kawasan bekas dermaga.
"Itu malemnya jam 12 mereka keluar lagi ke hotel eks (dermaga) Mandalika. Mulai dari situlah, kami tunggu, kegiatan mereka mulai meningkat, kewaspadaan mereka meningkat, lihat kanan kiri, jejak mereka dan sekitarnya. Dan sekitar pukul setengah empat itulah kapal merapat," kata dia.
Singkat cerita, polisi berhasil menangkap keempat warga Taiwan berinisial LMH, CWF, LGY, dan HYL. LMH ditembak mati karena melawan petugas.
Anak buah kapal besar yang mengangkut sabu berhasil ditangkap pada Sabtu (15/7/2017). Mereka dibekuk di perairan Tanjung Berakit, Pulau Bintan, Kepulauan Riau.
Setelah itu, Kepolisian Taiwan menangkap tiga tersangka berinisial AS, AP, dan AB.
Ketiganya diduga ikut melakukan survei ke Indonesia bersama empat tersangka, sebelum penyelundupan sabu-sabu asal Guang Zho.
Tag
Berita Terkait
-
Eks Kasat Narkoba Polres Bima Digelandang ke Bareskrim, Terseret TPPU Koko Erwin
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan
-
Piala Dunia 2026 Tak Aman? Pakar Keamanan Ungkap Ancaman Nyata di AS dan Meksiko
-
Nasib Ammar Zoni setelah Vonis: Masihkah Harus Mendekam di Penjara High Risk Nusakambangan?
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu
-
Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?
-
Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang
-
Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2
-
Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius
-
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan, 3 Penumpang Dilaporkan Meninggal
-
Kasus Korupsi Haji Belum Rampung, Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang 30 Hari
-
Anggota BPK Haerul Saleh Tewas Terjebak Kebakaran di Rumahnya, Jenazah Dbawa ke RSUD Pasar Minggu
-
Bak Bumi dan Langit! Sepanjang 2025, Kasus Korupsi di Singapura Hanya 68, Indonesia 439
-
Terkejut Dengar Kabar Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran Rumah, Habiburokhman: Beliau Sahabat Saya