Suara.com - Upah yang diperoleh jaringan penyelundupan sabu seberat sekitar satu ton dari Cina ke Indonesia terbilang besar.
Kasubdit III Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Bambang Yudhantara menyebutkan empat warga Taiwan: LMH, CWF, LGY, dan HYL yang bertugas menerima kiriman dari Kapal Wanderlust di bekas dermaga Hotel Mandalika, Anyer, Serang, Banten, masing-masing mendapatkan Rp200 juta.
Upah tersebut belum termasuk biaya hidup mereka selama di Indonesia. Keempat orang ini jauh sebelum kiriman datang, mereka membuat survei lokasi terlebih dahulu untuk memuluskan penyelundupan.
"Nggak itu beda lagi. Itu bersihnya, gaji bersih. Kalau makan dan lain-lain itu ditanggung oleh bosnya mereka," kata dia.
Sedangkan lima tersangka lain berinisial TCH, SCF, KCY, KCH, dan JJS yang merupakan anak buah kapal Wanderlust minimal mendapat upah Rp340 juta per orang.
"ABK mendapatkan upah paling besar Rp430 juta," kata dia.
Namun, Bambang belum bisa memastikan upah yang diterima tiga tersangka lagi yang ditangkap polisi Taiwan: AS, AP, dan AB.
Ketiga tersangka tersebut turut serta melakukan survei bersama LMH, CWF, LGY, dan HYL.
"Mereka baru ditangkap kemarin. Kami akan lakukan pemeriksaan di Taiwan," kata Bambang.
Rekonstruksi
Siang tadi, polisi menggelar rekonstruksi pengungkapan upaya penyelundupan sabu di Serang. Rekonstruksi dimulai dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Di sini diperagakan ketika sebagian tersangka datang.
Setelah itu, rekonstruksi dilakukan di rumah kontrakan di Duta Garden, Cengkareng, Jakarta Barat. Di sini rencananya akan dijadikan gudang penampungan sabu.
Rekonstruksi dilanjutkan di dua hotel di wilayah Jakarta Barat dan tempat penyewaan mobil di Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Ada 26 adegan yang diperagakan selama rekonstruksi di lima lokasi. Rencananya, polisi akan melakukan rekontruksi di Anyer, tempat tersangka menginap dan tempat penyitaan barang bukti, pekan depan.
Tag
Berita Terkait
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan
-
Piala Dunia 2026 Tak Aman? Pakar Keamanan Ungkap Ancaman Nyata di AS dan Meksiko
-
Nasib Ammar Zoni setelah Vonis: Masihkah Harus Mendekam di Penjara High Risk Nusakambangan?
-
Rincian Aset Bandar Koko Erwin Senilai Rp15,3 M Disita Polisi: Gudang, Toko dan Deretan Mobil Hiace
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas
-
3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar
-
Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat
-
Jangan Cuma Salahkan Sopir! DPR Soroti Kondisi Jalan Nasional di Balik Kecelakaan Maut Bus ALS
-
Resmi! Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Siap Pilih Ketum PBNU dan Rais Aam
-
Listyo Sigit Buka Suara soal Rekomendasi Calon Kapolri Harus Punya Sisa Masa Dinas 2-3 Tahun
-
Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama Muncul di Dakwaan Korupsi, Menkeu: Tak Dinonaktifkan
-
Gus Ipul Bantah Tahan SK Jelang Muktamar PBNU: Itu Kabar Menyesatkan
-
Motif 'Sakit Hati' Gugur di Persidangan! TAUD: Serangan ke Andrie Yunus Itu Operasi, Bukan Dendam
-
Hakim Nur Sari Semprot Dirjen Binwasnaker Fahrurozi: Saudara Lahir di Kemnaker, Masa Tidak Tahu?