Suara.com - Seorang ibu rumah tangga berinisial RM bersama balitanya diamankan anggota Polsek Saribu Dolok karena diduga sedang memanen ganja di areal perkebunan.
Warga Dusun Purbatua Bolak Nagori Purbatua, Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun, tersebut kemudian menjalani pemeriksaan di kantor polisi.
Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan mengatakan RM diamankan setelah anggota Polsek Saribu Dolok mendapatkan laporan mengenai adanya seorang warga menanam tanaman yang diduga jenis ganja di lokasi perladangan di Dusun Purbatua Bolak Nagori Purbatua.
“Personil Polres Simalungun kembali mengamankan batang pohon ganja dari kebun Selasa, setelah sebelumnya 22 batang pohon disita dari kebun cabai dan kopi. Kali ini seorang petani wanita bernama RM sedang mencabut sebatang pohon ganja,” kata dikutip dari situs resmi Polri.
RM bersama balitanya ketika itu diamankan setelah Kapolsek Saribu Dolok AKP M. Siburian bersama anggotanya berangkat menuju lokasi dengan maksud untuk memastikan informasi tadi.
Saat petugas melakukan pengamatan di area perladangan, ditemukan adanya tanaman yang diduga jenis ganja di areal perladangan.
“Di TKP, petugas mendapati seorang perempuan bernama RM mencabut sebatang pohon diduga tanaman jenis ganja dan menyembunyikannya di bawah pohon nenas,” kata Siburian
Setelah itu RM bersama barang bukti sebatang pohon diduga tanaman jenis ganja diamankan ke Mapolsek Saribu Dolok. Jika terbukti, RM akan dijerat dengan Pasal 111 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.
Tag
Berita Terkait
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan
-
Piala Dunia 2026 Tak Aman? Pakar Keamanan Ungkap Ancaman Nyata di AS dan Meksiko
-
Nasib Ammar Zoni setelah Vonis: Masihkah Harus Mendekam di Penjara High Risk Nusakambangan?
-
Rincian Aset Bandar Koko Erwin Senilai Rp15,3 M Disita Polisi: Gudang, Toko dan Deretan Mobil Hiace
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004
-
Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan
-
Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya
-
Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer
-
Momen Haru Eks Wamenaker Noel Peluk Cium Putrinya usai Sidang: Ini yang Buat Saya Semangat
-
Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir
-
Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia
-
Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru
-
Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah
-
Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal