(Mantan) Sekjen Partai Nasdem Patrice Rio Capella, Ketua Fraksi Nasdem DPR Victor Laiskodat (kiri) dan Ketua DPP Partai Nasdem Enggartiasto Lukita (Antara)
Pernyataan Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat DPR Victor Bungtilu Laiskodat di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang menyebut PAN, Gerindra, Demokrat, dan PKS merupakan partai pendukung sistem khilafah menuai kecaman keras.
Wakil Sekretaris Jenderal DPP PAN Saleh Partaonan Daulay menilai pernyataan Victor yang videonya sekarang viral media sosial tersebut tidak etis dan akan menimbulkan situasi panas.
"Pernyataan ini secara tidak langsung telah menghapus sebagian sejarah demokrasi di Indonesia," kata Saleh kepada Suara.com, Jumat (4/8/2017).
Wakil Sekretaris Jenderal DPP PAN Saleh Partaonan Daulay menilai pernyataan Victor yang videonya sekarang viral media sosial tersebut tidak etis dan akan menimbulkan situasi panas.
"Pernyataan ini secara tidak langsung telah menghapus sebagian sejarah demokrasi di Indonesia," kata Saleh kepada Suara.com, Jumat (4/8/2017).
Menurut Wakil Ketua Komisi IX DPR keempat partai yang disamakan oleh Victor dengan PKI adalah partai yang telah mununjukkan kiprahnya untuk pembangunan bangsa Indonesia.
"Bayangkan saja, partai yang dituduh pendukung khilafah dan intoleran adalah partai yang kadernya pernah menjadi presiden, mantan calon Presiden, Ketua MPR, Wakil Ketua DPR, dan banyak menduduki posisi menteri dan jabatan-jabatan politik lainnya," ujar Saleh.
"Jika partai-partai itu intoleran dan mendukung khilafah, tidak mungkin bisa berkuasa dan mendapat tempat di masyarakat," Saleh menambahkan
Ucapan kontroversial Victor disampaikan pada tanggal 1 Agustus 2017. Keempat partai itu dituding sebagai pendukung khilafah yang diusung oleh organisasi Hizbut Tahrir Indonesia karena menolak Perppu Organisasi Masyarakat yang membuahkan pembubaran HTI.
Saleh berharap Victor segera meminta maaf secara terbuka. Menurut Saleh kebesaran seseorang tidak hanya diukur dari sebanyak apa tindakan benar yang dilakukannya, tetapi juga serendah apa hatinya untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf atas kekhilafan yang pernah dilakukan.
Permintaan maaf tersebut diyakini akan mengurangi kegelisahan dan keresahan di masyarakat.
"Prinsip saling menghormati harus dikedepankan. Kami sangat menghormati Nasdem dan pak Surya Paloh. Secara resiprokal, tentu kami pun merasa perlu dihormati secara proporsional," tutur Saleh.
Saleh mengatakan PAN menghormati langkah Gerindra, PKS, dan Demokrat dalam menyikapi persoalan ini. Termasuk jika ketiga partai tersebut berencana tempuh jalur hukum. Selama langkah yang diambil sesuai dengan koridor hukum dan demokrasi, PAN akan menghargainya.
"Sepintas saya dengar, teman-teman dari Gerindra, Demokrat, dan PKS akan menempuh jalur hukum. Ada juga yang mengatakan akan melaporkan ke MKD (Mahkamah Kehormatan Dewan). Saya kira, itu sah-sah saja. Silakan, kita akan menghormati pilihan-pilihan teman-teman tersebut," tutur Saleh.
Di internal PAN sendiri, kata dia, sejak beredarnya video tersebut sudah ada keinginan untuk menempuh jalur hukum. Namun sebagian ada yang meminta agar Victor diberi kesempatan untuk meminta maaf.
"Kalaupun nanti ada langkah hukum, PAN memastikan bukan untuk menambah kisruh suasana, tetapi lebih pada pembelajaran politik dan hukum bagi semua. Sebab, di dalam demokrasi, semua orang sama di mata hukum dan pemerintahan," kata Saleh.
Komentar
Berita Terkait
-
Fraksi Partai Nasdem Dukung Pilkada Lewat DPRD: Sesuai Konstitusi dan Pancasila
-
Cobaan Bertubi-tubi Nasdem Usai Deklarasikan Anies, Drama Pilpres hingga Menteri Diciduk KPK
-
'Anies Orang Paling Hebat' Kelakar Politikus NasDem Sebut Capresnya Sudah Berdedikasi Buat Republik
-
Hanya Skenario! Analis Ini Sebut Isu Reshuffle Justru Sengaja Dirancang Jokowi dan Surya Paloh
-
Gas Kencang! NasDem Bakal Ketemu Andika Perkasa Awal Tahun, Sinyal Jadi Cawapres Anies?
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- 7 Cushion Wudhu Friendly dengan Hasil Flawless Seharian, RIngan dan Aman di Kulit
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Kedok Pekerja Migran, Imigrasi Gagalkan Keberangkatan 42 Calon Haji Ilegal di Bandara Soetta
-
Irma Suryani Ingatkan DPR Tak Ulangi Kesalahan UU Cipta Kerja dalam Pembahasan RUU Ketenagakerjaan
-
Iran Kirim Proposal Negosiasi Baru, Trump Malah Siapkan Pasukan Darat di Selat Hormuz
-
Biaya Perang Iran Tembus Rp1600 T, Warga AS Bayar Mahal: Rp8 Juta per Bulan per Rumah
-
Pentagon Dituding Bohong! Biaya Perang AS vs Iran Tembus Rp1.600 Triliun
-
Balas Ancaman Trump, Panglima Militer Tegaskan Jari Tentara Iran Sudah di Pelatuk
-
Geger! Hacker 15 Tahun Bobol Basis Data Nasional, Pemerintah Prancis Kelimpungan
-
Sempat Bikin Geger, Kini Amien Rais Hapus Video Fitnah yang Singgung Prabowo dan Seskab Teddy
-
Modus Dua Sejoli Jadi Atlet NBA, Tipu Banyak Korban hingga Raup Rp56 Miliar
-
Donald Trump Tantrum Dikritik Kanselir Merz, 5000 Pasukan AS Ditarik dari Jerman