Suara.com - Berhati-hati berpose untuk foto saat di negeri orang karena salah-salah bisa terancam masuk bui. Hal ini dialami dua turis asal Cina.
Mereka ditangkap setelah berpose dengan gaya salam Nazi di luar Reichstag. Keduanya ditahan setelah polisi melihat mereka diduga melakukan gerakan 'Heil Hitler' di luar gedung parlemen Jerman di Berlin untuk album foto liburan mereka.
Ternyata, pose seperti itu dilarang di Jerman. Ilegal memberi hormat kepada Hitler di Jerman.
Kedua turis tersebut masing-masing berusia 36 dan 49 tahun, terlihat oleh polisi mengambil foto dengan gerakan mengangkat tangan.
Jerman memiliki undang-undang yang ketat mengenai ucapan kebencian dan simbol Nazi. Pelakunya bisa dikenakan denda atau hukuman penjara sampai tiga tahun.
Bangunan Reichstag memiliki sejarah yang terikat dengan kenaikan Hitler, karena Nazi menyalahkan Komunis saat dibumihanguskan pada tahun 1933. Hitler menggunakan api sebagai alasan untuk menindak kebebasan di negara tersebut.
Petugas mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa para wisatawan tersebut diinterogasi di sebuah daerah, namun kemudian dibebaskan setelah meninggalkan uang jaminan sebesar 450 poundsterling atau sekitar Rp7 jutaan masing-masing.
Mereka menghadapi penyelidikan kriminal karena menggunakan simbol yang terkait dengan organisasi yang dianggap melanggar konstitusi Jerman. [Metro]
Baca Juga: Heboh, Lambang Nazi Ditemukan di Banyak Barak Tentara Jerman
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil
-
Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas
-
Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera
-
MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI
-
Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak
-
Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak
-
Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi
-
Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat
-
Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah
-
Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi