News / Internasional
Selasa, 08 Agustus 2017 | 06:50 WIB
Masjid di Mennesota dibom. [BBC]

Suara.com - Sebuah ledakan menghancurkan jendela dan merusak salah satu kamar di masjid Minnesota. Gubernur bagian Mark Dayton melihat ini sebagai aksi kriminal terorisme.

Tepat Sabtu (5/8/2017) saat menjelang waktu salat Subuh waktu setempat, ledakan terjadi di Pusat Islam Dar Al Farooq di pinggiran kota Minneapolis. Hingga kini, FBI tengah melakukan penyelidikan dan Dayton menyebut peristiwa tersebut sebagai tindakan yang mengerikan, sombong, pengecut.

Dari hasil penyelidikan, mereka mengatakan, ledakan itu disebabkan alat peledak improvisasi. Tidak ada yang terluka dalam serangan tersebut, tapi ruangan imam mengalami kerusakan parah. Sebanyak 20 orang berada di dalam saat ledakan terjadi.

Mohamed Omar, direktur eksekutif masjid tersebut, mengatakan kepada CBS News bahwa ada salah satu pengurus masjid melihat sebuah truk dengan kecepatan tinggi meninggalkan tempat parkir mobil, setelah ledakan terjadi. Jendela ruangan imam hancur oleh benda peledak atau benda lain yang dilemparkan ke dalam.

"Penghancuran yang dilakukan ke tempat suci ini tidak terpikirkan, tak termaafkan. Saya berharap dan berdoa agar pelaku ditangkap dan diadili sampai tingkat penuh hukum," kata Dayton dalam sebuah konferensi pers.

Saat konferensi pers, dayton didampingi Ilhan Omar, legislator Somali-Amerika pertama di AS, dan Perwakilan AS Keith Ellison, Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres.

"Apa yang membuat Minnesota tidak seperti negara lain adalah bagaimana kita menerima dan mencintai anggota komunitas kita, tidak masalah agama yang mereka praktikkan, bahasa yang mereka ucapkan atau dari mana asalnya," kata Ellison.

Masyarakat Muslim Amerika Minnesota juga akan menawarkan hadiah 10.000 dolar AS untuk informasi tentang penyerang. Diperkirakan 3,3 juta Muslim tinggal di AS, sekitar 1 persen dari populasi, menurut laporan Pew Research Center terbaru. Minnesota adalah rumah bagi populasi Somalia terbesar yang tinggal di AS. [BBC]

Baca Juga: Warga Sumbar Banyak yang Terlibat Terorisme

Load More