Suara.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon membalas pernyataan Presiden Joko Widodo yang membantah sedang memusatkan kekuasaan ke tangannya sendiri alias menjadi diktator.
Menurut Fadli, kediktatoran seorang pemimpin tidak bisa diukur memakai wajahnya melainkan beragam kebijakan yang diterapkannya.
Sebelumnya, Jokowi dengan nada berkelakar menepis tudingan sejumlah pihak sebagai diktator dengan merujuk wajahnya yang tak 'bertampang' seperti itu.
"Menilai diktator itu bukan dari wajahnya, tapi kebijakan dan tindakannya. Tumpas ormas, tangkap seenaknya, tuduh makar, dan lain-lain, apa demokratis?" tulis politikus Partai Gerindra melalui akun Twitter @fadlizon, Rabu (9/8/2017).
Sebelumnya, Jokowi menepis tuduhan tersebut ketika bertemu santri serta pengurus Pondok Pesantren Minhaajurrosyidin Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa (8/8/2017).
Bantahan itu bermula ketika Jokowi, seperti biasa, mengadakan kuis berhadiah sepeda. Jokowi sempat memberikan pertanyaan kepada santri mengenai nama-nama provinsi di Indonesia.
"Ayo, silakan, satu lagi pertanyaan, siapa yang mau maju?” tanya presiden.
Ia lantas memberikan pertanyaan berhadiah sepeda kepada santri.
"Ini pertanyaannya, Indonesia memunyai 34 provinsi. Bah, sebutkan tujuh saja provinsi,” lontarnya.
Baca Juga: Kim Jong-un Agustus Ini Siap Tembakkan Rudal ke "Tanah" AS
Para santri berebut mengacungkan jari tangan agar disuruh maju ke hadapan Jokowi. Saat itulah sang presiden melihat ada sejumlah santri yang mendorong tubuh rekannya untuk maju ke depan panggung.
“Ayo maju, jangan dipaksa-paksa begitu untuk maju. Sini, maju. Tidak usah takut. Presidennya bukan diktator kok,” tukas Jokowi.
Setelah mengatakan hal tersebut, Jokowi lantas menerangkan dirinya banyak mendapat informasi dari media sosial mengenai orang-orang menyebutnya diktator.
"Banyak di media sosial, orang-orang mengatakan Pak Jokowi otoriter, diktator. Masak sih wajah saya kayak begini diktator?” tutur Jokowi disambut tawa hadirin.
Setelah melontarkan pernyataan tersebut, Jokowi kembali disibukkan dengan urusan kuis. Satu santri bernama Gladis akhirnya maju ke depan, menjawab pertanyaan sang presiden tadi, dan mendapat sepeda.
Berita Terkait
-
Jokowi Sebut Keris Warisan Budaya yang Harus Dilestarikan
-
Mengacu Konstitusi, Jokowi Tegaskan Tak Ada Kekuasaan Diktator
-
Presiden Jokowi: Tak Satu pun Kelompok Boleh Jadi Diktator
-
Presiden Jokowi: Wajah Saya seperti Ini kok Dibilang Diktator
-
Jokowi Minta Pamong Praja Muda Kerja Keras Kelola Pemerintahan
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo
-
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi
-
Aplikasi ShopeePay Perkenalkan Kampanye Terbaru Pasti Gratis Kirim Uang ke Bank dan E-Wallet
-
Kabar Terkini Insiden Stasiun Bekasi Timur: 17 Penumpang Dirawat, KAI Siaga Layanan Trauma Healing
-
Mahfud Tegaskan Gaya Militer Tak Cocok dalam Budaya Polri, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Laga Persija vs Persib Digelar di Samarinda, PT LIB: Bobotoh Tetap Dilarang Hadir!
-
Mahfud Sebut Diskusi Reformasi Polri dengan Prabowo Berlangsung Hangat dan Mengasyikkan
-
Reformasi Polri: Kompolnas Bakal Diperkuat Jadi Lembaga Independen dengan Kewenangan Eksekutorial