PT. Transportasi Jakarta telah melakukan uji coba pengoperasin Transjakarta koridor 13 rute Ciledug-Tendean. Uji coba dengan penumpang telah dilakukan mulai kemarin.
Untuk hari ini, Senin (14/8/2017) koridor 13 hanya melayani rute Ciledug - Blok M, Ciledug - Pancoran Barat, dari pukul 5.00 -19.00 WIB dan Ciledug - Bundaran HI dioperasikan khusus hari kerja pukul 5.00 - 7.00 WIB.
Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan hingga saat ini belum mendapat laporan hasil evaluasi uji coba kemarin.
"Secara prinsip akan kita resmikan 16 Agustus. Sampai dengan operasinya sampai jam 7 malam," ujar Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (14/8/2017).
Djarot menjelaskan, pengoperasian Transjakarta koridor 13 baru sampai dengan jam tujuh malam karena ada masalah soal lampu penerangan jalan yang belum terpasang seluruhnya. Hal ini dikarenakan pemenenang lelang lampu dianggap wanprestasi karena tidak kunjung melakukan pengkerjaan.
Pemerintah DKI memutuskan melakukan putus kontrak dengan kontraktor tersebut. Dan pemenang kedua yang ditunjuk untuk melakukan pengkerjaan.
"Saya bilang siapapun pelaksana, saya nggak kenal, blacklist. Karena dia coba-coba, nggak bisa, nggak mau kerja. Sehingga bisa langsung kita kerjakan pemasangan lampunya," kata Djarot.
Baca Juga: Uju Coba Transjakarta Koridor 13
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
Diduga Terima Jatah Uang Apresiasi Restitusi Pajak, Kepala KPP Madya Banjarmasin Ditahan KPK
-
Alasan Jamdatun Narendra Jadi Saksi Ahli dalam Persidangan Ekstradisi Paulus Tannos di Singapura
-
Refleksi Aksi Kamisan ke-896: Masalah Bangsa Tak Bisa Dijawab dengan Joget Gemoy!
-
Siapkan Payung Saat Ramadan, BMKG Sebut Cuaca Ekstrem Berlanjut di Sebagian Besar Indonesia
-
Kemenkes Minta Jangan Lagi Ributkan BPJS PBI: RS Harus Tetap Layani Pasien
-
Kemenko Kumham Imipas Sebut Perlu Sinkronisasi Regulasi dalam Penyelesaian Overstaying Tahanan
-
7 Fakta Bencana Tanah Bergerak di Tegal, 804 Warga Mengungsi
-
Pakar Teknik Ingatkan Program Gentengisasi Prabowo Tak Bisa Dipukul Rata
-
Pemanasan Global Ubah Cara Atmosfer Mengurai Gas Rumah Kaca: Apa Dampaknya?
-
Respons Kritik soal Pengangkatan jadi Hakim MK, Adies Kadir: Bisa Tanya ke DPR