Terdakwa kasus pemberian keterangan palsu dalam kasus dugaan korupsi e-KTP, Miryam S. Haryani, membantah keterangan pengacara Elza Syarief yang menjadi saksi dalam persidangan dirinya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Senin (21/8/2017).
Dalam keterangannya, Elza mengatakan bahwa Miryam pernah cerita kepada dirinya bahwa politikus Partai Hanura merasa tertekan oleh sejumlah anggota DPR lantaran kesaksiannya saat diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi.
Menurut Miryam, ia tidak pernah bercerita kepada Elza bahwa dirinya ditekan sejumlah anggota DPR.
"Tidak benar saya ditekan oleh teman-teman saya di DPR karena saya tidak pernah bercerita tentang itu, itu tidak benar," kata Miryam saat dikonfrontir dengan Elza.
Miryam juga membantah pernah cerita kepada Elza bahwa dirinya pernah ditekan oleh anggota Komisi III DPR Akbar Faisal dan mantan anggota Komisi II DPR Djamal Aziz.
"Tidak benar bahwa ada, misalnya tadi bu Elza mengatakan (ada tekanan dari) Akbar Faizal, Djamal Aziz, itu tidak benar. Itu saya tidak pernah cerita di ruangan Ibu Elza," ujar Miryam.
Miryam juga membantah pernah bercerita kepada Elza, tentang pertemuan bersama sejumlah anggota DPR untuk membicarakan kasus e-KTP.
"Ibu Elza mengatakan saya dikumpulkan di suatu apa itu juga tidak benar," kata Miryam.
Berita Terkait
-
Tetap Berstatus Kader, Golkar Senang Setnov Bebas: Secara Prosedur Semuanya Memenuhi Syarat
-
Blak-blakan! Ketua KPK Sebut Pembebasan Bersyarat Setya Novanto Kurang Adil, Kenapa?
-
Setya Novanto Hirup Udara Bebas: Preseden Buruk Bagi Pemberantasan Korupsi di Indonesia
-
Setya Novanto Bebas Bersyarat, KPK Ingatkan Dosa Korupsi E-KTP: Itu Kejahatan Serius!
-
KPK Tegaskan Penangguhan Penahanan Paulus Tannos Belum Dikabulkan Pengadilan Singapura
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend