Suara.com - Umat Islam di Qatar tak bisa menunaikan ibadah haji tahun ini karena dipersulit oleh pemerintah Arab Saudi, demikian diwartakan Al Jazeera, Sabtu (26/8/2017).
Media yang berafiliasi dengan pemerintah Qatar in menuding bahwa Saudi, yang berkuasa atas dua kota suci, Mekah dan Madinah, mempersulit jemaah Qatar untuk menunaikan ibadah haji.
Kementerian Kewakafan dan Urusan Islam Qatar, yang berwenang mengatur jemaah haji Qatar, mengaku bahwa pihaknya belum menerima balasan dari pemerintah Saudi terkait urusan logistik serta jaminan keamanan jemaah haji Qatar di Saudi.
Kantor berita Qatar News Agency, pada pekan ini, melaporkan bahwa pemerintah Qatar "belum menemukan respon positif atau koperatif dari Kementerian Haji Arab Saudi, yang kemudian memicu kebingungan dan mengakibatkan penundaan proses" bagi para jemaah haji Qatar.
Al Jazeera menulis bahwa "tak adanya komunikasi dan kerja saja dari pihak Saudi berarti tak ada ibadah haji bagi warga dan penduduk Qatar pada 2017."
Niat Baik Raja Salman
Pemerintah Arab Saudi sendiri belum memberikan komentar resmi terkait keluhan Qatar ini.
Tetapi pada 17 Agustus lalu, Raja Salman sendiri memerintahkan agar perbatasan-perbatasan dengan Qatar dibuka agar para jemaah dari negeri tetangga itu bisa menunaikan ibadah haji.
Bahkan Raja Salman memerintahkan agar pesawat-pesawat pribadi dikirim untuk mengangkut jemaah haji Qatar, yang akan disambut sebagai tamu pribadi sang raja. Semua biaya juga akan ditanggung Raja Salman.
Tetapi menurut sejumlah "pengamat hak asasi menusia" yang dikutip Al Jazeera, langkah Raja Salman itu hanya sandiwara yang berupaya untuk meredam kritik internasional terhadap pemerintahan Saudi.
Nyatanya, menurut pemerintah Qatar sejak Juni lalu, ketika Arab Saudi dan sekutunya memblokade Qatar, pihaknya belum menerima jawaban apa pun dari pemerintah Saudi terkait pelaksaan ibadah haji dan jaminan keselamatan bagi jemaah asal Qatar.
Pada 5 Juni lalu Saudi dan tiga sekutunya - Mesir, Uni Emirat Arab, dan Bahrain - mengumumkan memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar dan menutup semua perbatasan serta melarang pasokan pangan dikirim ke Qatar melalui perbatasan mereka.
"Mekah bukan Milik Pemerintah"
Saad Sultan al-Abdullah, direktur kerja sama internasional pada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Qatar, melemparkan kritik keras terhadap Saudi terkait masalah ini. Ia menuding Saudi melanggar hak asasi umat Islam untuk menjalankan kewajiban agamanya.
"Seharusnya tidak percampuran antara konflik politik dengan hak alamiah serta asasi umat Islam untuk menjalani kewajiban agamanya," tegas dia, "Politik dan hak asasi manusia harus dipisahkan."
Sementara itu Abdelmajid Mrari, kepala divisi Timur Tengah dan Afrika Utara pada Aliansi Kebebasan dan Martabat yang bermarkas di Brussels, Belgia, mengingatkan Saudi bahwa kota suci Mekah adalah milik semua umat Islam.
"Mekah bukan milik pemerintahan mana pun. Mekah untuk semua umat Islam," kata Mrari lewat sambungan telepon dari Prancis kepada Al Jazeera.
"Perilaku Saudi jelas adalah pelanggaran terhadap nilai dan norma Islam, juga pelanggaran atas perjanjian serta kesepakatan hak asasi manusia internasional," tegas dia.
Berita Terkait
-
Qatar Ungkap Kemajuan Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Anjlok 4 Persen
-
Digelar Selasa Depan, Ini Susunan Hakim Sidang Eks Menag Yaqut
-
Sidang Perdana Eks Menag Yaqut Digelar 11 Agustus, Termasuk Tiga Orang Lainnya
-
Pertama Dalam 75 Tahun, Arab Saudi Bakal Gelap karena Gerhana Matahari Total
-
Dilimpahkan ke Pengadilan, Berkas Perkara Gus Yaqut Setinggi 1 Meter Dibawa Pakai Troli
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Strategi Mitsubishi Fuso Jamin Operasional Truk Tanpa Henti di GIIAS 2026
-
Dari Hobi Saat Pandemi, Raditya Dika Kini Jadi Duta Marvel Hero Rush TCG
-
Viral Video Demo Ternyata Rekaman Lama, Pemerintah Buru Penyebar Hoaks
-
5 Pilihan Sabun Cuci Muka Glad2Glow Sesuai Review, Mengatasi Kulit Berjerawat hingga Kusam
-
Ramai Dibahas! Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Begini Penjelasan Lengkapnya
-
Fakta Baru Mutilasi Depok: Saepul Diduga Penyuka Sesama Jenis, Motif Masih Teka-teki
-
Kemarau Panjang Mengintai, Jakarta Rencanakan Hujan Buatan Tiap Pekan
-
Anwar Ibrahim Keluarkan Perintah di Kasus Pilot Malaysia Jadi Kurir Narkoba Ditangkap di Jakarta
-
DTI Series 2026 Resmi Digelar, Perkuat Kolaborasi Digital Nasional
-
15 Ide Lomba 17 Agustus Indoor di Kantor yang Paling Seru dan Gak Ribet!