Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) siap memanfaatkan tanah dan bangunan mangkrak (idle) di Kota Batam, yang telah menjadi aset pemerintah untuk pembangunan hunian rumah susun umum bagi pegawainya. Demikian benang merah rapat koordinasi Percepatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Perkantoran Bersama Balai dan Satker Unit Organisasi Kementerian PUPR di Kota Batam, Kamis (10/8/2017).
Rapat tersebut diikuti oleh perwakilan Biro Pengelolaan Barang Milik Negara, Sekretariat Jenderal Kementerian PUPR, dan difasilitasi oleh Direktorat Rumah Umum dan Komersial Ditjen Penyediaan Perumahan. Rapat dipimpin Kepala Biro Pengelolaan BMN dan LP, Ir Sumito, dan dihadiri sejumlah unit organisasi (unor) terkait, antara lain Setditjen Bina Marga, Setditjen Sumber Daya Air, Setditjen Bina Konstruksi, Setditjen Penyediaan Perumahan, Direktorat Rumah Susun, Balai Wilayah Sungai Sumatera V, SNVT Penyediaan Perumahan, dan Satker P2JN Provinsi Kepri.
Sumito menuturkan, rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil alih status sejumlah aset eks.BPPN/eks.kelolaan PT.PPA yang dikelola Kementerian Keuangan, berupa tanah dan bangunan yang telah diserahkan penggunaannya kepada Kementerian PUPR pada November 2016 untuk bisa dimanfaatkan dalam upaya mendukung Program Satu Juta Rumah melalui optimalisasi lahan milik pemerintah.
“Potensi lahan yang ada saat ini sangat memadai dan layak dijadikan kawasan campuran (mix area) yang terintegrasi secara terpadu, yang di dalamnya tersedia sarana prasarana kantor dan hunian bagi pegawai PUPR yang bekerja di daerah,” tandasnya.
Dengan memanfaatkan lahan dan bangunan yang ada, imbuhnya, pihaknya berharap unor yang belum memiliki kantor di daerah dalam rangka penyelenggaraan tugas dan fungsi, serta pegawai PUPR yang masih mengontrak atau belum memiliki rumah dapat segera memanfaatkan fasilitas yang ada. Program ini juga dilaksanakan untuk mengurangi pembelian lahan dan pembangunan fasilitas kantor dalam rangka efisiensi anggaran.
Selanjutnya, pengamanan dan pemeliharaan aset agar dapat dikelola dengan baik dan penyusunan masterplan kawasan bisa segera dimulai pada 2017, bersamaan dengan proses sertifikasi tanah menjadi milik Kementerian PUPR.
“Proses pembangunan hunian bagi pegawai sudah dapat dimulai tahun 2018 yang akan datang,” terangnya.
Sebagai informasi, aset pemerintah yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam memiliki lahan seluas 59.310 m² (5,93 ha) dan bangunan seluas 71.849 m². Pada awalnya lahan tersebut merupakan areal hunian pekerja perusahan yang sudah bertahun-tahun tidak terurus pasca krisis ekonomi 1998.
Lahan tersebut awalnya dikelola oleh BPPN/PT.Perusahan Pengelola Aset (PPA), namun telah ditangani kelolaannya oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan. Aset properti berupa tanah dan bangunan tersebut telah dilakukan pengkajian kesesuaian aspek teknis, administrasi maupun yuridis oleh tim Kementerian PUPR (Biro PBMN dan LP, Biro Hukum, Subdirektorat Fasilitasi Penyediaan Lahan Perumahan, Direktorat Rumah Umum dan Komersial) bersama dengan tim Kementerian Keuangan serta melibatkan pihak Badan Pengelola Batam, Kantor Pertanahan dan Pemda Kota Batam dalam pemberian informasi mengenai proses pemberian atau peralihan Hak, sertifikasi tanah, dan kesesuaian rencana tata ruang dalam ekspose yang disampaikan kepala seksi fasilitasi penyediaan lahan perumahan wilayah I, Rizaldi Andi Atjo, mewakili Direktur Rumah Umum dan Komersial.
“sebagaimana keterangan yang kami peroleh, pada saat ini aset tersebut telah dilakukan pencatatan ke dalam SIMAK-BMN satker biro PBMN dan LP. Dengan dilaksanakannya percepatan penyediaan lahan siap bangun dapat dipastikan penyediaan rumah susun umum bagi pegawai/pekerja Kementerian PUPR bisa segera terlaksana dengan baik dan sesuai harapan kita semua,” ujar Rizaldi.
(** Artikel ini merupakan kerja sama Kementerian PUPR dan Suara.com)
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Bukan Musuh, Pemred Suara.com Ajak Jurnalis Sulsel Taklukkan Algoritma Lewat Workshop AI
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin