"Tapi, ketika aku kembali bertemu dengannya, dia masih syok dan berjuang agar bisa menjalin komunikasi secara baik dengan orang lain. Dia selalu dihantui mimpi buruk, dan paranoid, khawatir kembali diculik ISIS," tulis Otten.
Pihak otoritas keagamaan Yazidi selalu menyambut baik umatnya yang pulang setelah diperbudak ISIS. Tak terkecuali perempuan, yang habis-habisan dieksploitasi gerombolan tersebut.
Tapi, seperti yang Leila katakan kepada Otten, menyesuaikan diri dengan kehidupan keluarga itu sulit.
"Kaum Yazidi tidak akan pernah pulih. Bahkan, jika aku masih bisa jatuh cinta dan menikah, aku sadar ada yang rusak dan tak lagi bisa diperbaiki di dalam diriku," kata Leila kepada Otten.
Kekinian, mayoritas kaum Yazidi tinggal di kamp-kamp pengungsian di wilayah Kurdistan, utara Irak. Sejumlah dari mereka sudah memberanikan diri pulang ke Sinjar, wilayah tempat sebagian besar komunitas mereka berdomisili. Namun, kehidupan mereka masih diliputi ketakutan.
Selama tiga tahun terakhir, distrik Sinjar dikuasai banyak faksi militer secara bergantian. Tahun 2014, Sinjar dikuasai oleh Partai Pekerja Kurdi (PKK) yang berhaluan Marxis-Leninis-Maois dan menjadi musuh bebuyutan pemerintah Turki.
Setahun selanjutnya, 2015, tentara pemerintah Kurdi Irak yang tenar disebut "Peshmerga" ganti mengontrol Sinjar.
Setelah ISIS benar-benar terusir, PKK beserta sayap militernya berkukuh tak mau melepaskan kontrolnya terhadap Sinjar. Tak pelak, mereka harus berhadap-hadapan dengan Peshmerga. Lagi-lagi, kaum Yazidi belum bisa mendapatkan kepastian masa depan di daerah tempat komunitasnya hidup sejak berabad-abad lalu.
"Kami hanya ingin pergi ke sesuatu tempat yang aman," tutur Mehbed, perempuan Yazidi berusia 57 tahun, sembari meninabobokkan cucunya di dalam rumah semi-permanen di perbukitan Kurdistan Irak.
Baca Juga: Sulaiman Meninggal Dunia saat Sujud Salat Idul Adha
Sang suami, Barakat, memberanikan diri memulai bercocok tanam tomat dan mentimun di dekat rumah tersebut. Mayat-mayat gerombolan ISIS masih tampak tergeletak di rumah tetangga mereka, sebab lokasi kuburan massal di dekatnya sudah terlampau penuh.
"Seluruh desa ini sudah hilang untuk selamanya," tutur Barakat.
***
Leila, di tengah kegamangannya mengenai masa depan, masih bisa menuturkan kebingungannya terhadap negara-negara koalisi anti-ISIS.
Perempuan itu menyimpan banyak pertanyaan perihal kenapa negara-negara koalisi tersebut lebih mementingkan merebut kembali tanah-tanah dari ISIS ketimbang menolong warga sipil seperti Yazidi.
"Terkadang aku sangat sakit ketika menonton televisi. Aku melihat berita tentang militer berhasil mengambilalih daerah dari ISIS. Tapi, di balik itu semua, ada ribuan Yazidi masih mendekam di balik terungku," sesalnya.
"Aku, atau kami semua, tahu ada banyak kaum Yazidi yang berada di penjara-penjara ISIS di Raqqa, Suriah. Tapi kenapa para tentara tak mau pergi ke sana untuk membebaskan mereka. Mengapa mereka hanya ingin mengambil tanah-tanah dari ISIS saja," tanya Leila, putus asa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Misteri Penusukan di 16 Ilir Palembang, Pria Banyuasin Alami Luka di Kepala hingga Bahu
-
Bekasi Bersiap Berpesta! Primaria Fest 2026 Suguhkan Pengalaman Indonesian Bounce Music yang Berbeda
-
Pelibatan TNI di Kopdes Merah Putih Dikritik, Sistem Komando Tak Cocok untuk Koperasi
-
Marc Klok Peringatkan Singapura, Timnas Indonesia Bakal Mengamuk Demi Semifinal Piala AFF 2026
-
Kejagung Geledah Rumah Nurman Herin di Wilayah Bandung, Don Ritto Diperiksa oleh Tim 9
-
KPK: Penyidikan Korupsi CSR BI Satori dan Heri Gunawan Masih Berlanjut!
-
Timnas Indonesia di Ujung Tandung, John Herdman Akui Singapura Ujian Terberat di Piala AFF 2026
-
Belanja Gentlewoman Pakai Kartu BRI Dapat Cashback Rp300 Ribu!
-
Kasus Dokter Viral Komentari Pasien BPJS Berujung Putus Kontrak dengan RS Pusri
-
4 Shio yang Diprediksi Makin Bahagia dan Beruntung Besok 7 Agustus 2026