Suara.com - Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi mendapat tekanan lagi pada Selasa (6/9/2017) agar menghentikan kekerasan terhadap Muslim Rohingya yang mengakibatkan hampir 125.000 di antara mereka menyelamatkan diri ke Bangladesh dalam 10 hari.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan risiko pembersihan etnis dan destabilisasi regional.
Dia mendesak Dewan Keamanan PBB menekan agar menahan diri dan tenang dalam sepucuk surat yang menyatakan keprihatinannya bahwa kekerasan bisa menjadi "bencana kemanusiaan."
Wartawan Reuters melihat ratusan lagi orang Rohingya yang kelelahan tiba dengan menumpang perahu-perahu dekat Shamlapur, desa perbatasan Bangladesh pada Selasa dan melaporkan orang-orang Rohingya masih mengungsi dalam jumlah besar.
Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mengatakan bantuan kemanusiaan diperlukan, dan bahwa pihaknya dan lembaga-lembaga mitranya memerlukan dana segera sekitar 18 juta dolar untuk selama tiga bulan ke depan menyediakan layanan-layanan pokok bagi para pengungsi yang baru datang.
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan setelah pertemuan dengan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina di Dhaka bahwa Jakarta siap membantu Bangladesh mengatasi krisis tersebut.
"Krisis kemanusiaan ini harus dihentikan. Saya ingin mengulangi, krisis kemanusiaan ini harus dihentikan," kata Menlu Retno kepada wartawan di Dhaka, sehari setelah ia mengadakan pembicaraan di ibu kota Myanmar itu.
Kekerasan paling akhir di Rakhine, negara bagian di baratlaut Myanmar mulai terjadi pada 25 Agustus, ketika para pejuang Rohingya menyerang sejumlah pos polisi dan pangkalan tentara.
Militer dan polisi melakukan aksi balasan yang menyebabkan sedikitnya 400 orang meninggal dan memicu eksodus dari desa-desa ke Bangladesh.
Baca Juga: Aksi Bela Rohingya, Candi Borobudur Siaga 1 Mulai Besok
Para pejabat Myanmar menyalahkan militan Rohingya yang membakar rumah-rumah dan kematian warga sipil, tetapi para pemantau hak asasi manusia dan pelarian warga Rohingya ke Bangladesh mengatakan tentara Myanmar berusaha mengusir mereka dengan melakukan pembakaran dan pembunuhan.
Ketika ditanya apakah kekerasan itu bisa dilukiskan sebagai aksi sama dengan pembersihan etnis, Gueterres mengatakan kepada wartawan pada Selasa,"Kita menghadapi resiko. Saya berharap hal itu jangan sampai terjadi."
"Saya serukan kepada semua, semua pihak berwenang di Myanmar, otoritas sipil dan militer untuk menghentikan kekerasan ini yang menurut pandangan saya menimbulkan situasi yang dapat membuat situasi kawasan tidak stabil." kata dia.
Perlakuan Myanmar yang mayoritas penduduknya beragama Budha terhadap 1,1 juta warga Rohingya merupakan tantangan paling besar yang dihadapi Suu Kyi.
Ia dituduh oleh pengeritik Barat tidak bersuara terhadap kaum minoritas itu yang telah lama mengeluhkan persekusi terhadap mereka. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
5 Cara Memilih Ukuran Sepatu Lari Pria yang Tepat agar Nyaman dan Terhindar dari Lecet
-
Posisi Duduk Gibran Bergeser di Sidang Kabinet, Sinyal Hubungan Tak Lagi Satu Irama dengan Prabowo?
-
Investor Asing Mulai Ragu, Purbaya Mulai Berburu Dana ke Pasar Obligasi China
-
Ketika Alam Dikorbankan demi Penerimaan Negara yang Tak Sebanding
-
Bahlil Yakin Mobil Hidrogen Bakal Saingi Kendaraan Listrik
-
Simfoni Mobilitas Jakarta: Menemukan Ketenangan Lewat Integrasi Transportasi Publik
-
Cegah Gugatan Berulang di MK, DPR Matangkan RUU Pemilu agar Lebih Sempurna
-
2 Juta Warga Tumpah Ruah di Madrid Sambut Timnas Spanyol Kampiun Piala Dunia 2026
-
Rupiah Paling Kuat se-Asia, Tembus Level Rp17.888 per Dolar AS
-
Jakarta IP Market 2026 Hadir untuk Mendorong Lahirnya Kolaborasi dan Peluang Bisnis Baru