Suara.com - Pelaku dan aktor di balik Kasus penyerangan brutal terhadap penyidik senior Komisi Anti Korupsi, Novel Baswedan hingga kini belum terungkap. Kasus tersebut sudah menginjak kurang lebih 4 bulan, yaitu 11 April 2017.
Di dalam beberapa keterangannya, Novel sempat menyatakan bahwa aktor di balik penyerangan dirinya adalah seorang polisi berpangkat jenderal. Namun ia tidak menyebut sosok jenderal tersebut.
Menanggapi itu, Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Yati Andriyani mengatakan, pihaknya sejak awal menilai bahwa kasus penyerangan terhadap Novel tidak berdiri sendiri.
Melainkan terkait dengan pekerjaan dia sebagai penyidik KPK yang seringkali berurusan dengan orang-orang bermasalah dalam kasus korupsi.
"Artinya serangan ini sangat terkait dengan ketidaksukaan terhadap kerja-kerja novel selama ini dalam memberantas korupsi," kata Yati di Kantor Imparsial, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (6/9/2017).
Seharusnya penyidik dari kepolisian yang menangani kasus Novel mampu membongkar pelaku dan aktor penyerangan itu dengan cara menelusuri kepada orang-orang yang selama ini digarap oleh Novel dalam kasus korupsi.
"Maka siapa saja yang tidak suka terhadap Novel? Siapa saja yang pernah bersinggungan dengan Novel? Seharusnya itu bisa diperiksa oleh penyidik untuk mendapatkan motif dan bukti-bukti atau petunjuk-petunjuk yang relevan," tutur Yati.
Kata dia, jika penyidik melakukan upaya-upaya penelusuran, maka semua pihak yang terkait dengan kerja Novel dapat dimungkinkan ditemukan nama-nama atau pihak-pihak yang diduga terkait dengan penyerangan terhadap Novel. Bahkan, penyerangan terhadap Novel sangat dimungkinkan tidak terpisahkan dari kisruh di KPK dan serangan-serangan terhadap KPK saat ini.
Memeriksa pihak-pihak yang diduga pernah bersebrangan dengan Novel adalah pintu masuk bagi polisi untuk menemukan pelaku dan aktor yang merencanakan penyerangan itu.
Baca Juga: Novel Baswedan 'Ditunggu' Lima Laporan Pengaduan di Polda Metro
"Misalnya selama ini Novel banyak bersinggungan dengan orang-orang yang ada di kepolisian karena kerja-kerja dia dalam membongkar kasus kejahatan korupsi di kepolisian," ujar Yati.
"Dibongkar saja dari kasus-kasus itu. Ada nama-nama siapa saja yang terlibat. Tanpa harus meninggalkan asas praduga tidak bersalah. Tapi kan nama-nama yang terkait dengan Novel selama ini bisa jadi petunjuk. Adakah keterkaitan mereka dalam penyerangan terhadap Novel," Yati menambahkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan