Algiffari Aqsa, Kuasa Hukum Novel Baswedan menilai laporan yang dilakukan oleh Direktur penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi Brigadir Jenderal Polisi Aris Budiman atas Novel Baswedan, satu tujuan dengan Panitia khusus hak angket KPK. Tujuannya adalah agar KPK dilemahkan dengan menyingkirkan penyidik yang berintegritas seperti Novel Baswedan.
"Tindakan pelaporan terhadap Novel merupakan tindakan satu skema dengan pansus angket KPK yang tujuannya untuk melemahkan KPK dan menyingkirkan orang berintegritas seperti Novel di KPK," kata Aqsa saat dihubungi, Rabu (6/9/2017).
Dia juga mengatakan tindakan pelaporan yang dilakukan oleh Aris ke Polda Metro Jaya sebagai upaya pengalihan isu dari kekerasan terhadap Novel. Pasalnya, diduga dalam kasus penyiraman air keras terhadap Novel tersebut ada peran dari jendral di tubuh kepolisian.
"Target dari pelaporan bukan keadilan tapi memang mendiskreditkan Novel," katanya.
Lebih lanjut dia mencibir sikap Polisi yang tidak mau dikritik. Dia bahkan menyebut Polri tidak memahami kehidupan berdemokrasi.
"Laporan pencemaran nama baik karena pendapat polisi tidak berintegritas semakin menunjukkan polisi anti kritik dan tidak memahami demokrasi," kata Aqsa.
Apa yang disampaikan Aqsa merujuk pada laporan yang baru dilakukan oleh Wakil Direktur Tindak Pidana Korupsi Polri Kombes Erwanto ke Polda Metro Jaya. Dalam laporan tersebut, Novel dituduh mencemarkan nama baik kepolisian. Laporan tersebut disampaikan pada Selasa (5/9/ 2017) dengan nomor LP/4198/IX/2017/PMJ/Dit. Reskrimus.
Erwanto yang sempat menjadi penyidik KPK disebut tak terima dengan pernyataan Novel di salah satu media massa yang menganggap penyidik KPK dari Polri memiliki integritas rendah. Pernyataan itu disampaikan Novel saat mempermasalahkan proses rekrutmen penyidik KPK.
Baca Juga: Novel Baswedan 'Ditunggu' Lima Laporan Pengaduan di Polda Metro
Terkait kasus antara Aris dengan Novel tersebut, pada hari ini Penyidik Polda Metro Jaya memeriksa tiga penyidik KPK. Namun, tidak diketahui siapa ketiga penyidik KPK tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos
-
Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
-
Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas
-
Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo
-
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi