Suara.com - Ibunda Abi Qowi Suparto (20), Rosani Nina Sari, menceritakan peristiwa sebelum ajal menjemput Abi. Nyawa korban penganiayaan tersebut tak tertolong karena terjadi pendarahan hebat pada otak. Pendarahan terjadi setelah dia dianiaya sejumlah orang di Jalan Penjernihan, Penjompongan, Jakarta Barat.
"Kondisi fisiknya lebam di sini, kata dokter ada pendarahan di otak sudah melebar. Kata dokter ya ini karena benda tumpul," kata Rosani di Polda Metro Jaya, Jumat (8/9/2017.
Abi meninggal dunia setelah enam hari menjalani perawatan di Rumah Sakit Tarakan.
"Satu hari di ruang UGD, dipindah ke ICU selama enam hari, sampai anakku meninggal tanggal tiga hari Minggu, jam lima sore," katanya.
Kasus Abi berawal dari dituduh mencuri vape seharga Rp1,6 juta di Rumah Tua Vape, Tebet, Jakarta Selatan. Dia juga dituduh mengambil sepeda motor tukang ojek yang mengantarkan ke toko tersebut. Ketika itu, kasus ini tidak dilaporkan ke kantor polisi, tetapi ditangani sendiri oleh pemilik dan karyawan toko vape. Setelah Abi ditemukan pada 28 Agustus 2017, dia dikeroyok di salah satu cabang toko vape di Jalan Penjernihan, Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Sampai akhirnya Abi ditemukan keluarganya sehari kemudian dalam keadaan kritis.
"Orangtua korban menghubungi ditemukan kritis di pinggir jalan raya. Kemudian dibawa ke rumah sakit Tanah Abang dan dirujuk ke RS Tarakan dan meninggal 3 September kemarin," kata Kepala Subdit Kejahatan dan Kekerasan Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Hendy F. Kurniawan.
Rosani mengetahui kondisi dan lokasi anaknya setelah ditelepon pemilik toko bernama Fachmi Kurnia Firmansyah alias Firman.
"Dari situ diberi tolong, dibawa ke RS Tanah Abang, dalam kondisi kritis. Sampai RS Tanah abang karena tidak ada perawatan, dirujuk ke RS Tarakan," kata Rosani.
Rosani mengungkapkan kondisi anaknya semakin memburuk, meskipun sudah mendapatkan penanganan dokter.
"Satu hari di ruang UGD, dipindah ke ICU selama enam hari, sampai anakku meninggal tanggal 3 hari Minggu, jam lima sore," katanya.
Keluarga Abi melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi pada Kamis (7/9/2017).
Setelah mendapatkan laporan, polisi melakukan penelusuran dan menangkap empat orang yang diduga terlibat pengeroyokan terhadap Abi. Keempat orang itu yakni Fachmi alias Firman, Rajasa Sri Herlambang, Armyando Azmir dan Aditya Putra Wiyanto.
Polisi juga masih mengerjar tiga pelaku lainnya.
Tag
Berita Terkait
-
Noel Sebut Menkeu Purbaya Bakal Dinoelkan: 'Ada Bandit Lepas Anjing Liar' karena Ganggu Pesta
-
Berani Angkat Latar Bali, Film Bandit Bakal Bikin Jantung Berdebar di JAFF 2025
-
Berawal dari Jadi Korban Begal, Monji Atmodjo Bongkar Sisi Kelam 'Surga' Bali Lewat Film Bandit
-
Ulasan Novel Bandit-Bandit Berkelas: Nasib Keadilan di Ujung Tanduk!
-
Ulasan Novel Tanah Para Bandit: Ketika Hukum Tak Lagi Memihak Kebenaran
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global
-
Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas
-
LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik
-
Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman
-
wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi
-
Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester
-
Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar
-
Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026