Suara.com - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) akan meneliti hasil sidang kode etik terhadap sembilan anggota Polri terkait penembakan di Kampung Bomou, Distrik Tigi Selatan, Kabupaten Deiyai, Papua, yang menewaskan seorang warga sipil.
"Kompolnas akan ke Papua untuk memperdalam hal itu," ujar Sekretaris Kompolnas Unsur Pakar Kepolisian Irjen Pol Bekto Suprapto yang ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (8/9/2017).
Bekto menjelaskan pihaknya kelak juga akan memberikan saran kepada Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dari penelitian hasil sidang kasus Deiyai tersebut.
"Saya sudah monitor sidang itu. Nanti Kompolnas akan memberikan saran dari hasil temuan-temuannya apa saja," tutur dia.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal mengatakan sembilan anggota Polri, termasuk delapan Brimob, sudah divonis dalam sidang kode etik yang dilaksanakan secara terpisah di Mapolda Papua, pada Rabu (30/8/2017).
Dari hasil sidang tersebut, lima anggota Brimob, yakni Iptu MS, Briptu F, Briptu A, Briptu EA, dan Briptu RR dinyatakan tidak bersalah karena sudah melakukan tindakan sesuai standar operasional prosedur (SOP), dan peluru yang digunakan adalah peluru hampa dan karet.
Namun, Aipda ES dan Bripka VM dinyatakan bersalah dan melakukan perbuatan tercela sehingga berkewajiban meminta maaf secara lisan di depan sidang, serta didemosi sekurang-kurangnya dua tahun.
Sementara itu, Iptu AD yang menjabat sebagai Komandan Peleton Brimob Polda Papua dan Iptu MR sebagai Kapolsek Tigi juga didemosi sekurang-kurangnya satu tahun, serta harus meminta maaf di depan sidang.
Kombes Kamal mengatakan sembilan anggota Polri itu diajukan ke sidang kode etik terkait dengan insiden penembakan di Kabupaten Deiyai yang menewaskan satu warga sipil serta melukai enam warga.
Insiden yang berlangsung di Kampung Oneibo, Distrik Tigi Selatan, pada 1 Agustus lalu itu muncul akibat warga yang marah karena karyawan PT Putera Dewa, yang sedang membangun jembatan, menolak membantu korban tenggelam untuk dirawat di rumah sakit sehingga korban itu meninggal dunia.
Warga akhirnya menyerang karyawan serta anggota polisi dan Brimob yang datang ke lokasi kejadian hingga terjadi tembakan dan seorang warga sipil tewas.(Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Kompolnas Kecam Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS sebagai Ancaman Demokrasi
-
Kompolnas: Peluang AKBP Didik Dipecat Sangat Besar, Sidang Etik Uji Ketegasan Polri
-
Boni Hargens: Rekomendasi Kompolnas Normatif Saja Soal Reformasi Polri
-
Kompolnas dan Komisi Reformasi Polri Dalami Prosedur Pemilihan Kapolri dalam Audiensi Dua Jam
-
Begini Cara Polres Kerinci Meraih Penghargaan Kompolnas Awards, Kapolda Jambi: Tiru dan Tingkatkan!
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap
-
Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan
-
Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima
-
Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas
-
Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat
-
Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku
-
Uya Kuya Polisikan Akun Threads Soal Hoaks 750 Dapur MBG, Ini Detail Laporannya
-
10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
-
KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi