Suara.com - Peri Sugianto (27), driver ojek online, GrabBike yang menjadi tersangka kasus pembunuhan ternyata sudah lama mengenal korban bernama Dini Oktaviani (19). Tersangka sudah sering mengantar dan menjemput korban yang bekerja sebagai sales promotion girls di perusahaan produk kecantikan.
"Pelakunya temen juga. Sudah kenal juga sering mengantar dengan ojek. Sering antar ke sana ke mari," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jumat (22/9/2017).
Menurut Argo, motif pembunuhan tersebut karena Peri ingin merampas harta benda korban.
"Infonya dari pelaku ingin ambil barang korban," kata dia.
Kejadian pembunuhan berawal ketika korban meminta tersangka mendatangi kamar Apartemen Laguna Tower B, lantai 21, nomor 19, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (13/9/2017) pagi.
Tersangka datang ke apartemen tersebut karena diminta korban untuk mencarikan pinjaman uang melalui jasa rentenir.
"Korban meminta untuk mencarikan orang yang bisa dipinjami duit," katanya.
Namun, saat sedang berbincang di dalam kamar apartemen, tersangka langsung mencekik dan membekap korban dengan bantal.
"Pelaku tahu-tahu langsung melakukan pembekapan, cekik leher sehingga meninggal dan ambil beberapa barang, handphone, TV, dan sudah dijual," kata dia.
Baca Juga: Kronologis SPG Dibunuh Driver Ojek Online di Apartemen Laguna
Peri ditangkap aparat gabungan Subdit Resmob dan Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya saat sedang berada di Pasar Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (31/9/2017). Atas perbuatannya itu, pelaku dikenakan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.
Berita Terkait
-
SPG Cantik Korban Pembunuhan Driver GrabBike Dikenal Loyal
-
Pembunuhan di Kamar 309, Teman Pria Murtiyaningsih Jadi Tersangka
-
Misteri Pembunuhan di Kamar 309, Apa Pekerjaan Murtiyaningsih?
-
Hello Kitty Kamar 309 Jadi Saksi Bisu Kematian Murtiyaningsih
-
Murtyaningsih Meninggal karena Dicekik, Pacarnya Diperiksa Polisi
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media
-
Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara
-
Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis
-
Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!
-
Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja
-
Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah
-
KPK Sita 7 Mobil hingga Emas dalam OTT Imigrasi Jakbar
-
KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA
-
Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi