Bayi yang dimutilasi ibu kandungnya, Juni (19), pembantu rumah tangga di sebuah rumah di Perumahan The Gading Residence, Kelapa Gading, Jakarta Utara, ternyata sudah meninggal saat masih dalam kandungan. Hal tersebut disampaikan Kepala Kepolisian Sektor Metro Kelapa Gading Komisaris Polisi Arif Fazlurrahman usai menerima hasil autopsi jenazah bayi tersebut dari Rumah Sakit Ciptomangunkusumo.
"Hasil autopsi yang kami terima dari dokter bayi memang sudah terlebih dahulu meninggal dalam kandungan sesaat sebelum melahirkan," kata Arif kepada Suara.com, Sabtu (23/9/2017).
Arif mengatakan, menurut keterangan dari dokter juga, Juni mencoba menggugurkan janin dalam kandungannya karena memang si jabang bayi sejatihnya belum siap dilahirkan dalam usia kandungan yang masih tujuh bulan.
"Iya betul (mencoba menggugurkan). Perhitungan dari dokter bayi ini tujuh bulan istilahnya prematur. Sehingga belum siap dilahirkan, belum bisa bertahan hidup dia," ujar Arif.
"Sehingga kita melihat kecenderungan memang ada upaya-upaya untuk menggugurkan bayi," Arif menambahkan.
Sementara itu, motif tersangka memutilasi bayinya, imbuh Arif, adalah lantaran malu memiliki anak di luar pernikahan. Juni diduga hamil dari hubungan gelap dengan kekasihnya.
Polisi juga masih menyelusuri pacar Juni, yang diduga berada di daerah Jawa Tengah.
Seperti diketahui, bayi tersebut lahir pada Sabtu (16/9/2017), sekitar pukul 22.00 WIB di rumah majikan Juni di Perumahan The Gading Residence, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sehari kemudian, bayi dibuang ke loteng rumah kosong sebelah rumah majikannya. Keesokan harinya, bayi yang dibuang diketahui seorang pekerja proyek. Ketika saksi melaporkan ke warga dan polisi, Juni mengambil kembali bayi tersebut dan memotong tubuh bayi menjadi delapan bagian dan dimasukkan ke dalam lubang “closet”.
Berita Terkait
-
Anak Mutilasi Ibu karena Kecanduan Judi Online, Polisi Gerak Cepat Bekuk Pelaku
-
Bekasi Darurat Mutilasi? Menelisik Pola Kejahatan Ekstrem di Balik Tragedi Serang Baru
-
7 Fakta Mengerikan Mutilasi Karyawan Ayam Geprek di Bekasi: Potongan Tubuh Ditemukan di Bogor
-
Terkuak, Pelaku Mutilasi Bekasi Jual Motor Vario dan Beat Milik Korban Lewat Facebook
-
Polisi Ungkap Motif di Balik Pembunuhan dan Mutilasi Karyawan Ayam Goreng di Bekasi
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Ngeri! Calon Saksi di PN Jakarta Barat Dikejar dan Dianiaya, Videonya Viral di Medsos!
-
Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU
-
Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!
-
Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!
-
Menaker Dorong Talenta Muda Jadi Inovator melalui Talent & Innovation Hub
-
Operasi SAR Dukono Ditutup! 3 Pendaki Termasuk 2 WNA Ditemukan Tewas Tertimbun Pasir Vulkanik
-
Tolak Ratusan Miliar dari Jenderal demi Setia ke Prabowo, Hercules: GRIB Itu Petarung!
-
Hercules Ngaku Ditawari Jenderal Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo di Pilpres 2024
-
Nobar Persija vs Persib: 13 Titik di Jakpus Dijaga TNI-Polri
-
Terungkap! Ini Alasan Ahmad Dedi Lari Hindari Wartawan Usai Diperiksa KPK Kasus Korupsi Bea Cukai