Suara.com - Polisi masih mendalami kasus mutilasi bayi yang dilakukan oleh ibu kandung bernama Juni (19). Hingga kini, polisi masih menyelidiki apakah mutilasi bayi yang dilakukan Juni atas dasar paksaan orang lain atau tidak.
Juni sendiri diketahui melahirkan bayi dari hubungan gelap bersama pacarnya. Sehubungan dengan itu, polisi akan memanggil keluarga pacar Juni untuk dimintai keterangan.
"Sedang kami dalami, karena posisinya ada di luar kota. Identitasnya kita cek dari keluarga-keluarga yang bersangkutan (pacar Juni), ada di daerah Jawa Tengah. Namun sedang kami lakukan penyelidikan, karena kalau sudah matang (jelas) akan kami ambil yang bersangkutan (tangkap)," kata Kapolsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, Komisaris Polisi Arif Fazrulrahman, kepada Suara.com, Sabtu (23/9/2017).
Lebih jauh, Arif mengatakan bisa saja akan mendatangkan penyidik ke Jawa Tengah, atau meminta keluarga pacar Juni untuk datang memenuhi panggilan. Tapi semua itu menurutnya masih menunggu penjadwalan pemanggilan.
"Iya, kami sudah mencoba menghubungi. Tapi pastinya nanti dalam waktu yang akan kami tentukan. Kami akan periksa di sana (Jawa Tengah), atau kami panggil ke Polsek untuk kami mintai keterangan," ujar Arif.
Arif sendiri sejauh ini belum juga mau membeberkan identitas nama dari kekasih Juni tersebut.
"Ya, belumlah (untuk) identitas. Masih sangat dini untuk kami share ke teman-teman ya," kata Arif.
Diketahui, bayi Juni lahir pada Sabtu (16/9/2017), sekitar pukul 22.00 WIB. Sehari kemudian, bayi yang belakangan diketahui sudah meninggal itu dibuang Juni ke loteng rumah kosong di sebelah rumah majikannya.
Keesokan harinya, bayi yang dibuang itu diketahui oleh seorang pekerja proyek. Ketika saksi melaporkan kepada warga dan polisi, Juni mengambil kembali bayi tersebut. Ia kemudian melakukan tindak mutilasi dengan memotong delapan bagian organ tubuh bayi yang lantas dimasukkannya ke dalam lubang kloset.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Ngeri! Calon Saksi di PN Jakarta Barat Dikejar dan Dianiaya, Videonya Viral di Medsos!
-
Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU
-
Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!
-
Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!
-
Menaker Dorong Talenta Muda Jadi Inovator melalui Talent & Innovation Hub
-
Operasi SAR Dukono Ditutup! 3 Pendaki Termasuk 2 WNA Ditemukan Tewas Tertimbun Pasir Vulkanik
-
Tolak Ratusan Miliar dari Jenderal demi Setia ke Prabowo, Hercules: GRIB Itu Petarung!
-
Hercules Ngaku Ditawari Jenderal Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo di Pilpres 2024
-
Nobar Persija vs Persib: 13 Titik di Jakpus Dijaga TNI-Polri
-
Terungkap! Ini Alasan Ahmad Dedi Lari Hindari Wartawan Usai Diperiksa KPK Kasus Korupsi Bea Cukai