Suara.com - Rapat dengar pendapat Komisi III dengan KPK masih berjalan hingga pukul 21.40 WIB, sejak dibuka pukul 16.00 WIB, Selasa (26/9/2017).
Menjelang penghujung rapat, politikus Partai Golkar Aziz Syamsudin meminta rapat digelar tertutup. Padahal rapat sedang mendekati pembacaan kesimpulan rapat.
Azis meminta rapat tertutup karena menagih janji pimpinan KPK terkait pembahasan kasus-kasus yang tidak bisa diungkap di publik.
"Sebelum masuk kesimpulan rapat, tadi kita sebelum skors ada usulan untuk saya lakukan rapat tertutup berkenaan dengan kasus agar tidak dibuka secara publik. Hal mana perlu kami ungkapkan berkaitan kejangal-kejanggalan dalam kasus," kata Azis.
"Nah, apakah ini akan dilanjutkan sebelum bapak memberikan suatu kesimpulan dalam rapat ini, suatu forum secara tertutup? itu yang mau saya tanyakan," tambah politikus Golkar ini
Atas permintaan Azis itu, maka pimpinan rapat kali ini, Wakil Ketua Komisi III DPR Benny K Harman meminta persetujuan peserta rapat. Setelah seluruh fraksi sepakat, maka rapat digelar tertutup.
"Ada yang mau disampaikan dalam rapat tertutup, ya silakan. Berarti kita akan pakai waktu lima belas menit ini untuk hal tertutup ini untuk saling menjaga dan menghormati kewenangan masing-masing. Rapat tertutup supaya tak ke publik, ya silahkan. Kita buka rapat tertutup 21.40 WIB sampai 22.30 WIB," kata Benny sambil mengetuk palu tanda rapat digelar tertutup.
Baca Juga: Kalah 4 Laga Beruntun, Nasib Pelatih Mitra Kukar di Ujung Tanduk
Berita Terkait
-
KPK Sita Dokumen dari Kantor Bupati Kukar Rita Widyasari
-
Rita Widyasari, Anak Mantan Bupati yang Jadi Tersangka Korupsi
-
Pakar Hukum Ini Sebut Penyidikan Terhadap Setya Novanto Tak Sah
-
KPK Tetap Tak Penuhi Kemauan Pansus: Bapak Ibu Sabar Tunggu MK
-
Kasus Pencemaran Nama Baik Aktivis ICW Naik ke Penyidikan
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara