Suara.com - Polisi telah meningkatkan status kasus dugaan pencemaran nama baik dan penghinaan yang dituduhkan kepada Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch Donal Fariz dari penyelidikan ke tahap penyidikan.
"(Kasus) Donal Fariz naik sidik," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Adi Deriyan Jayamerta di Polda Metro Jaya, Selasa (26/9/2017).
Kasus Donal merupakan laporan yang dibuat Direktur Penyidikan KPK Brigadir Jenderal Aris Budiman. Adi belum mengetahui soal rencana pemeriksaan terhadap Donal sebagai terlapor dalam kasus tersebut.
"Nanti ya saya cek ke penyidik apakah yang bersangkutan (Donal) sudah dipanggil atau belum," kata dia.
Keterangan Donal diperlukan penyidik untuk menentukan status hukum pegiat anti korupsi itu.
"Kami kan butuh keterangan, yang mana dati keterangan itu, bisa memberikan gambaran yang jelas. Apakah unsur delik Pasal 310, Pasal 311 itu terpenuhi?" kata Adi.
Aris melaporkan Donal karena merasa difitnah terkait pernyataan Donal sebagai narasumber di sebuah acara yang ditayangkan Kompas TV.
Polisi juga berencana memanggil pimpinan redaksi Kompas TV Rosianna Silalahi, Jumat (29/9/2017) pekan ini. Rosianna akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus yang kini menjerat Donal. Polisi juga bakal memeriksa presenter Kompas TV Aiman Witjaksono sebagai saksi dalam kasus yang sama.
Baca Juga: KPK Siap Kewenangan Penyadapan Diaudit
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara