Suara.com - Dinas Lingkungan Hidup Jakarta akan meningkatkan peran petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum atau pasukan oranye di Jakarta.
Kepala Dinas LH Jakarta Isnawa Adji mengatakan ke depannya pasukan oranye tidak hanya membersisihkan sampah di sungai dan jalan raya Ibu Kota. Mereka juga ikut memberikan peringatan ke warga yang membuang sampah sembarangan.
"Saya bilang Anda (pasukan oranye) tarafnya jangan hanya membersihkan kali dan sungai tetapi harus berani menegur warga, menangkap warga yang buang sampah sembarangan," ujar Isnawa di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (3/10/2017).
Warga yang ketangkap tangan tengah membuang sampah sembarangan, Pemprov Jakarta akan memberikan sanksi berupa denda. Aturan tersebut sudah tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah.
"Saya dulu pernah di-bully, Pemda jangan hanya bisa bikin perda tapi tidak bisa melaksanakan," kata Isnawa.
Warga yang buang sampah sembarangan di jalan atau trotoar bisa dikenakan denda paksa maksimal Rp100 ribu. Sementara warga yang membuang sampah ke sungai didenda maksimal Rp500 ribu.
"Kita bahkan pernah menangkap pengusaha catering. Dia habis ada acara, sisa makanannya dibuang ke kali. Dan akhirnya dia didenda Rp10 juta," kata dia.
Kemudian, ia ingin pasukan oranye yang kini tersebar di setiap kelurahan menjadi mata-mata Dinas Lingkungan Hidup. Nantinya, mereka juga bisa memantau pembuangan limbah yang ada di sungai.
"Saya punya konsep pasukan oranye jadi mata-mata, kita tangkap orang (yang buang sampah sembarangan)," kata dia.
Baca Juga: Buang Sampah Sembarangan di Jakarta akan Difoto dan Dipajang
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Setara Institute: Jawa Barat Masih Jadi Wilayah dengan Pelanggaran Kebebasan Beragama Tertinggi
-
Siasat 'Gali Lubang Tutup Lubang' Bos WO Marwah Terbongkar: 58 Pasangan Ketipu Rp2,6 Miliar!
-
Perdana Menteri Qatar Temui Prabowo di Istana, Bawa Pesan Khusus dari Doha
-
Komunitas Kretek Desak Pemerintah Tak Telan Mentah-mentah Narasi Anti-Tembakau Global
-
Unsur Pidana Ditemukan! Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul Naik Penyidikan
-
Jakbar Bukan Gotham City! Wali Kota Iin Klaim Kriminalitas Tidak Lebih Tinggi dari Wilayah Lain
-
PT MMSGI Tegaskan PT MMS yang Diperiksa Bareskrim Bukan Bagian dari Grup Mereka
-
Awas Macet! Jalan Lenteng Agung Arah Depok Ditutup Sore Ini, Rute Transjakarta Dipangkas
-
Api Misterius di Sleman Bukan Dipicu Metana? Peneliti UGM Soroti Peran Gas Hidrogen
-
Kasus Korupsi Gus Yaqut Dilimpahkan ke Pengadilan Usai Musim Haji