Suara.com - Presiden Joko Widodo menerima sejumlah kyai tarikat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/10/2017). Para kyai ini mendukung Jokowi untuk kembali menjadi Presiden RI.
"Saya nggak bahas apa-apa. (Cuma) Menyampaikan dukungan pada beliau, Pak Joko Widodo biar (meneruskan) sampai nanti pembangunannya selesai 2024. Kami Jam'iyyah ahli Thoriqoh Mu'tabaroh Indonesia itu dukung beliau agar pembangunan selesai. Itu saja doa yang disampaikan," kata Kyai Ahmad Khoirun Nasihin, ketika ditemui usai bertemu Presiden.
Ahmad Khoirun menilai pekerjaan Jokowi saat ini adalah menyelesaikan proses pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia. Sedangkan mengenai situasi politik yang mengganggu pemerintahan Jokowi seperti isu ancaman PKI bangkit lagi, menurutnya hanya isu mengada-ada oleh kepentingan kelompok tertentu.
Sang kyai berpendapat bahwa PKI dan gerakan komunis sudah tidak ada di Indonesia.
"Biasa itu, biasa. Itu komunis, PKI, nggak ada di Indonesia. Itu hanya isu yang dibuat-buat," ujar dia.
Kyai tarekat ini menegaskan, bahwa dirinya selaku guru spiritual mendukung pemerintahan Jokowi.
"Saya dukung, saya di kanan dan kiri Bapak Jokowi. Saya orang Bapak Jokowi. Saya Mursyid Jam'iyyah Thoriqoh, saya juga Rais Aam, ahli zikir. Saya nggak ngerti politik," kata dia.
Dia pun menambahkan bahwa untuk menyelesaikan proyek pembangunan infrastruktur yang tengah berjalan di seluruh Indonesia, maka Jokowi harus memimpin lagi di periode mendatang.
"Kalau dua periode kan selesai. Kalau satu periode, belum selesai," ujar dia.
Baca Juga: Tjahjo Kecewa Berat, Ada yang Mainkan Isu PKI Tiap Jelang Pemilu
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
Terkini
-
Anggota DPR Minta Hukuman Maksimal untuk Pengasuh Ponpes Pati Tersangka Pencabulan Santriwati
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
Gus Ipul Sambangi KPK, Minta Pengawasan Pengadaan Barang Kemensos agar Bebas Korupsi
-
Kebakaran Rumah di Tanjung Barat, Satu Orang Meninggal Dunia: Diketahui Anggota BPK
-
Ahli: Virus Hanta di Kapal MV Hondius Tidak Berisiko Menjadi Pandemi Baru Seperti Wabah COVID-19
-
Tersangka Kasus Pencabulan di Pati Ditangkap, Menteri PPPA: Tak Bisa Diselesaikan Damai!
-
WHO Tegaskan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bukan Awal Pandemi Baru
-
Tersangka Pencabulan Santriwati di Ponpes Pati Sempat Kabur, Menteri PPPA Desak Penahanan
-
3 Orang Meninggal Dunia, Kasus Pertama Hantavirus Ditemukan di Israel
-
Datang ke KPK, Gus Ipul Jelaskan Alasannya Pakai Mobil Listrik RI 27