Suara.com - Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur Komisaris Besar Andry Wibowo menyampaikan, Ajun Inspektur Dua DK, salah satu dari tiga anggota polisi yang ditangkap sudah satu tahun telah memakai narkoba jenis sabu-sabu.
"Sudah setahun (pakai sabu)," kata Andry di Polda Metro Jaya, Rabu (4/10/2017).
Menurutnya, DK yang merupakan anggota Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polsek Pulogadung pernah juga diproses dalam kasus penyalahgunaan narkoba.
"Orang itu juga pernah ditangani oleh kami. Jadi ini yang ketiga kalinya," kata dia.
Polisi masih menunggu proses hukum dalam kasus tersebut untuk menentukan sanksi apa yang akan dijatuhkan kepada DK.
"Tapi nanti ada sidang namanya sidang dibuat keputusan sidang itu apa apakah masih layak kalau masih layak ditempatkan di polisi mana kan tidak bisa di pelayanan," kata dia.
Kemungkinan DK hanya menjalani proses rehabilitasi karena tidak ditemukan barang bukti sabu saat ditangkap.
"Nanti kami rehabilitasi tapi nanti hasil sidang yang menentukan. Artinya begini antara kinerja dan penggunaan narkoba itu kan dua hal yang berbeda bisa saja kan kinerjanya bagus tapi kan dia menjadi pengguna sabu kan ada juga yang seperti itu," kata dia
DK ditangkap aparat Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya saat sedang bersama anggota Sabhara Polsek Duren Sawit Briptu berinisial CN di sebuah restoran di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur pada Jumat (29/9/2017).
Baca Juga: Jokowi ke Pengedar Narkoba: Bagaimana Jika Kita Gebuk Ramai-ramai
Polisi menyita barang bukti berupa cangklong yang digunakan untuk memakai sabu-sabu. Dari hasil pemeriksaan urine, keduanya dinyatakam positif menggunakan narkoba.
Selain itu, polisi juga melakukan pengembangan dan menangkap Brigadir Kepala EDN di Pom bensin di kawasan Cililitan, Jakarta Timur. Dari penangkapan EDN, polisi mengamankan barang bukti berupa sabu seberat 33 gram. Polisi juga kembali menyita sabu seberat 40 gram saat menggeledah rumah EDN di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
Jangkauan Rudal Iran Tembus 4000 Km, AS dan Sekutnya Gemetar, Panas Dingin, Panik
-
Mantan Direktur FBI Robert Mueller Tutup Usia, Donald Trump: Saya Senang Dia Mati!
-
Influencer Inggris Jadi Buzzer Pemerintah? Pamer Bikini Tutupi Realita Perang Iran
-
Ketegangan Selat Hormuz Memuncak: Ultimatum Trump Picu Ancaman Balasan dari Teheran
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Berbagi Berkah Ramadan, Driver ShopeeFood Kompak Masak untuk Anak-Anak Panti Asuhan
-
Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak
-
Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis