News / Nasional
Selasa, 10 Oktober 2017 | 17:47 WIB
Ketua DPR Setya Novanto {suara.com/Oke Atmaja]
Ketua Dewan Kehormatan Etik Ikatan Dokter Indonesia Priyo Sidi Pratomo yakin tim dokter menangani Ketua DPR sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto secara profesional.

"Rasanya sampai sekarang juga nggak ada yang berani (bertindak tidak profesional). Karena kalau pribadi akan lebih mudah buat kita memanggil," kata Priyo di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (10/10/2017).

Menurut Priyo resiko terhadap nama baik rumah sakit terlalu besar jika dokter bertindak di luar kode etik. Dokter, kata dia, bekerja atas nama institusi dan diatur undang-undang.

"Setahu saya akreditasi rumah sakit itu bukan main-main. Jadi mestinya benar (profesional)," ujar Priyo.

Menurut Priyo, Novanto tidak berpura-pura sakit sebagaimana kecurigaan sebagian kalangan setelah melihat foto Novanto berbaring di rumah sakit dengan garis layar monitor jantung dalam posisi lurus.

"Setahu saya andaikata itu foto yang nggak pas, pasti kawan-kawan yang berkaitan dengan bidang itu akan memberi komentar. Jadi apakah itu dibuat-buat, rasanya sih nggak mungkin dibuat-buat," tutur Priyo.

Priyo mengenal baik Ketua Komite Etik di Rumah Sakit Premier dan dia tidak mungkin menggadaikan integritas.

"Profesor Renaldi yang Mantan Ketua Consil Kedokteran. Rasanya nggak mungkin dia bikin sesuatu yang ngawur. Kalau ada sesuatu yang nggak betul di situ, pasti dia akan menyemprit duluan," kata Priyo.

Novanto beberapakali tak memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk untuk diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP elektronik dengan alasan sakit.

Sampai akhirnya, gugatan praperadilan yang diajukan Novanto ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dikabulkan hakim tunggal Cepi Iskandar. Tak lama setelah memenangkan gugatan melawan KPK, Novanto keluar dari rumah sakit.

Load More