Suara.com - SABAN bulan Nuratmo mengetahui gajinya dipotong untuk iuran jaminan kesehatan. Dalam slip gaji jelas-jelas tertera item iuran BPJS Kesehatan. Yang membuatnya bingung dan bertanya sampai kini dia tak memiliki kartu anggota BPJS Kesehatan. Belakangan dia tahu tak tercatat sebagai peserta BPJS Kesehatan.
“Berarti hingga sekarang belum memperoleh BPJS Kesehatan dari perusahaan,” kata pria 37 tahun ini kepada tim Independen.id dan Suara.com.
Nuratmo merupakan karyawan Pertamina Patra Niaga, anak perusahaan PT. Pertamina. Bukan cuma dia yang risau lantaran nihil jaminan sosial kesehatan. Kondisi serupa pun dialami mayoritas karyawan yang lain. Menurut Nuratmo, dari total 1.300 orang karyawan, yang diberi fasilitas BPJS Kesehatan bisa dihitung jari.
Juga baru-baru ini, katanya, ada puluhan karyawan sudah mendapat kartu BPJS, namun saat dibawa berobat ke rumah sakit malah ditolak. Rupanya, lanjut Nuratmo, kartu BPJS rekan-rekannya itu dinyatakan tidak aktif.
“Tidak tahu apakah dinonaktifkan atau bagaimana,” kata Nuratmo.
“Silahkan klik gambar diatas untuk lebih jelas”
Tak patuhnya perusahaan memenuhi hak BPJS Kesehatan karyawan juga diungkapkan oleh Aris Mulyawan, karyawan Suara Merdeka, Semarang. Dia memastikan, hampir semua karyawan sekantornya belum menjadikan peserta BPJS Kesehatan. Padahal untuk skala daerah, Suara Merdeka terbilang salah satu perusahaan surat kabar terbesar di Jawa Tengah.
“Sampai detik ini saya dan rekan-rekan kerja tidak ada yang dapat BPJS Kesehatan,” kata dia.
Akhirnya, kata Aris, kebanyakan karyawan harian Suara Merdeka memilih ikut BPJS Kesehatan secara mandiri. Padahal dulu perusahaan pernah mengasuransikan kesehatan karyawan ke perusahaan asuransi swasta yang setiap tahun, bahkan selalu gonta-ganti.
“Jadinya mayoritas karyawan ikut BPJS Kesehatan secara mandiri,” ujar dia.
Kadung menjadi pertanyaan banyak karyawan, belum lama ini perusahaan yang menaungi Suara Merdeka melontarkan rencana mem-BPJS-kan seluruh karyawannya.
“Sekarang semua karyawan disuruh mengumpulkan data, katanya (pihak manajemen) untuk didaftarkan BPJS Kesehatan. Tetapi banyak yang tidak mau ikut, karena masih pada ragu dan tidak percaya, apakah kantor benar-benar atau tidak,” katanya.
Aris menyebutkan di Suara Merdeka setidaknya ada sekitar 700 karyawan.
Baik Aris dan Nuratmo sejatinya adalah pekerja badan usaha yang wajib didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial menegaskan semua perusahaan baik swasta maupun BUMN wajib menyertakan semua karyawannya dalam BPJS Kesehatan.
***
Tag
Berita Terkait
-
BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN
-
Jangan Diabaikan! Ini Alasan Karyawan Harus Punya BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan
-
BPJS Kesehatan - Persi Perkuat Kolaborasi Strategis Keberlanjutan Program JKN untuk 5 Tahun ke Depan
-
BPJS Kesehatan Angkat Raffi Ahmad Jadi Duta Kehormatan: Dorong Edukasi dan Gaya Hidup Sehat
-
Kolaborasi Antarlembaga, Kunci untuk Menjawab Kebutuhan Peserta
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Bidik Tersangka Tragedi Bekasi: Polisi Periksa 39 Saksi dari Pejabat KAI hingga Bos Taksi Green SM
-
Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?
-
Kasus Kekerasan Gender Tembus 376 Ribu, LBH APIK Ungkap Lemahnya Perlindungan Korban
-
Eks Gubernur Sultra Nur Alam Dilaporkan ke KPK Terkait Korupsi Dana Unsultra Rp12 Miliar
-
Detik-Detik Sopir Taksi Green SM Selamat dari Maut Sebelum KRL Ditabrak Argo Bromo
-
AS Langgar Gencatan Senjata, Militer Iran Panaskan Mesin Siap untuk Perang Lagi
-
Teka-teki Sisa Tiner di Balik Kebakaran Maut Rumah Anggota BPK Haerul Saleh
-
Perang AS-Israel vs Iran Guncang ASEAN, Presiden Filipina Desak Negara Asia Tenggara Bersatu
-
Argentina Darurat Wabah Hantavirus, Puluhan Orang Terjangkit
-
Rektor UI Tegaskan Kampus Tak Boleh Asal Jalankan Program Makan Bergizi Gratis