Suara.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih memeriksa berkas pendaftaran 13 partai politik yang belum dinyatakan lengkap.
Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, dari 27 partai politik yang mendaftar sebagai peserta Pemiluhan Umum (Pemilu) 2019, baru 14 partai politik dinyatakan lengkap memenuhi persyaratan dan diterima.
"Sebanyak 13 partai politik sampai Rabu siang ini masih diperiksa. Hingga Rabu dini hari tadi, masih ada yang menyusulkan berkas," ujar Arief di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Rabu (18/10/2017).
Tiga belas parpol yang dimaksud ialah Partai Republik; Partai Bhinneka Indonesia; Partai Rakyat; Partai Pemersatu Bangsa; dan Partai Idaman.
Selanjutnya, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia; Partai Indonesia Kerja; Partai Bulan Bintang; Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia; Partai Suara Rakyat Indonesia; PNI Marhaenis; Partai Reformasi; dan, Partai Republikan.
“Kami belum bisa mengambil kesimpulan, apakah 13 parpol itu diterima atau tidak setelah melewati batas waktu penyerahan berkas,” tukasnya.
Sementara 14 parpol yang sudah dinyatakan lengkap berkasnya, bakal kembali diperiksa untuk urusan administratif selama 30 hari ke depan.
Empat belas parpol yang dimaksud ialah Partai Perindo, Partai Solidaritas Indonesia; Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan; Partai Hati Nurani Rakyat; Partai Nasional Demokrat; Partai Amanat Nasional; Partai Keadilan Sejahtera; Partai Gerindra; Partai Golkar; Partai Persatuan Pembangunan; Partai Berkarya; Partai Garuda; Partai Demokrat; dan, Partai Kebangkitan Bangsa.
Baca Juga: Indonesia Diserbu Buruh Tiongkok? Luhut: Rumor Kampungan
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan
-
Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet
-
Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan
-
Sopir Truk Transfer Uang Setelah Dikepung Anak Jalanan di Pesanggrahan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
'Bikin Malu Presiden', Gus Lilur Desak Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama
-
Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Diuntit Alat Pelacak, Netizen Malah Soroti Mobil Fortuner Mewah
-
Isu Setoran 'Upeti' Program MBG, Ketua BGN: Tidak Benar dan Provokatif
-
Niat Cari Cuan di Kapal Cumi, Pemuda Garut Malah Kena 'Zonk' Loker Medsos, HP Sampai Disita
-
IDAI Minta Anak di Bawah 2 Tahun Bebas dari Gawai, Cegah Speech Delay hingga Virtual Autism
-
Haris Rusly Moti: Anomali Gerakan Sosial Saat Ini Justru Anti-Rakyat dan Adopsi Narasi Neoliberal