Mantan Presiden B. J. Habibie pakaikan jaket ke Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno [suara.com/Bowo Raharjo]
Sebelum meninggalkan kediaman mantan Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie di rumah Jalan Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan, Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno mendapatkan hadiah.
Mereka mendapatkan jaket bomber eksklusif berwarna hijau. Pada bagian kanan depan ada tulisan Terbangkan Pesawat Indonesia dan logo pesawat R80.
"Oh ini jaket bomber, harus kita dukung," ujar Sandiaga, Rabu (25/10/2017).
Bagi Anies dan Sandiaga merupakan kehormatan tersendiri ketika Habibie yang memakaikan jaket tersebut ke badan mereka.
Mereka mendapatkan jaket bomber eksklusif berwarna hijau. Pada bagian kanan depan ada tulisan Terbangkan Pesawat Indonesia dan logo pesawat R80.
"Oh ini jaket bomber, harus kita dukung," ujar Sandiaga, Rabu (25/10/2017).
Bagi Anies dan Sandiaga merupakan kehormatan tersendiri ketika Habibie yang memakaikan jaket tersebut ke badan mereka.
Sandiaga mengatakan akan memakai jaket tersebut saat bekerja.
"Enak dipakai di balai kota ini," kata dia.
Anies berterimakasih kepada Habibie.
R80 merupakan seri pesawat yang akan dibuat Indonesia. Habibie menjadi aristeknya. Proyek ini disponsori PT. Regio Aviasi Industri dan dikerjakan oleh PT. Dirgantara Indonesia.
RAI membuka peluang bagi masyarakat untuk ikut memberikan sumbangsih dalam pengembangan pesawat R80. Caranya dengan ikut patungan lewat situs kitabisa.com.
Setelah penggalangan dana diluncurkan, masyarakat antusias ikut berkontribusi.
"Kami lagi menggalang dana di kita bisa, sekarang ada 8.000 orang yang sudah terkumpul Rp3,2 miliar," kata Tim kitabisa.com, Fachri.
Mereka menargetkan crowdfunding (patungan publik) sebesar Rp5 miliar. Uang tersebut bukan untuk membeli pesawat, tapi mengajak masyarakat Indonesia untuk bangkit untuk bisa memproduksi pesawat sendiri.
"Tapi seperti komitmen bangsa bahwa maju mendukung teknologi ini. Makanya ada gimmicknya, kayak jaket ini Rp700 ribu," kata Fachri.
RAI merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perancangan, pengembangan, dan manufaktur pesawat terbang. Perusahaan ini didirikan Habibie bersama putra sulung, Ilham Akbar Habibie.
Setelah penggalangan dana diluncurkan, masyarakat antusias ikut berkontribusi.
"Kami lagi menggalang dana di kita bisa, sekarang ada 8.000 orang yang sudah terkumpul Rp3,2 miliar," kata Tim kitabisa.com, Fachri.
Mereka menargetkan crowdfunding (patungan publik) sebesar Rp5 miliar. Uang tersebut bukan untuk membeli pesawat, tapi mengajak masyarakat Indonesia untuk bangkit untuk bisa memproduksi pesawat sendiri.
"Tapi seperti komitmen bangsa bahwa maju mendukung teknologi ini. Makanya ada gimmicknya, kayak jaket ini Rp700 ribu," kata Fachri.
RAI merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perancangan, pengembangan, dan manufaktur pesawat terbang. Perusahaan ini didirikan Habibie bersama putra sulung, Ilham Akbar Habibie.
Komentar
Berita Terkait
-
Menggali Sejarah Reformasi Indonesia di Buku Detik-Detik yang Menentukan
-
Habibie dan Etika Politik yang Hilang:Ketika Negara Menjadi Utang Politik
-
Kiprah B.J. Habibie dalam Sejarah Kebebasan Pers Indonesia
-
Komitmen Multipihak di SM Nantu-Boliohuto Cari Solusi Konkret Hadapi Tambang Ilegal
-
Inovasi Desa Perkuat Ekonomi Tanpa Merusak Ekosistem: dari Lebah, Kakao hingga Kopi Lokal
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
-
Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU
-
TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!
-
Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat
-
Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer
-
Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal
-
Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi
-
Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu
-
Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!