Suara.com - Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar memastikan, gudang milik PT Panca Buana Tangerang yang hangus terbakar, Kamis (26/10/2017), sehingga menewaskan sedikitnya 47 buruh tersebut memunyai izin operasional.
"Berdasarkan laporan, baru beroperasi pengepakan kembang api sejak dua bulan terakhir. Awalnya, tempat itu hanya digunakan untuk gudangnya, penyimpanan,” kata Zaki Iskandar.
Ia mengatakan, pemilik tempat usaha tersebut mengaukan permohonan peningkatan perizinan dari tempat penyimpanan menjadi manufaktur pada tahun 2015.
Perizinan untuk menjadi usaha industri manufaktur akhirnya dikeluarkan pemerintah pada tahun 2016 dan telah diperpanjang pada tahun ini.
“Karena memunyai izin, maka ketika survei penerbitan surat perizinannya, lokasi itu tentu memenuhi persyaratan sebagai tempat industri. Tapi mungkin, saat beroperasi, ada perubahan atau pelanggaran. Kami menunggu hasil pemeriksaan polisi,” terangnya.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono memastikan, pihaknya bakal menelisik perizinan pabrik tersebut.
"Kami akan selidiki. Kami akan memeriksa data dan dokumen perizinan gudang kembang api,” tegasnya.
Sementara pemilik PT Panca Buana Cahaya Sukses, Indra Liyono (40) akhirnya diperiksa penyidik Polres Metro Tangerang Kota.
Baca Juga: Aventador Roadster Balapan, Hangus Tinggal Kepingan
"Diperiksa di Polsek Teluk Naga," kata Kapolres Metro Tangerang Kota Komisaris Besar Polisi Harry Kurniawan, Jumat (27/10/2017).
Harry mengataka, penyidik kepolisian meminta keterangan Indra terkait perizinan perusahaan dan standar prosedur keselamatan pekerja.
Ia mengatakan, Indra mengklaim berada di Malaysia saat peristiwa kebakaran yang menjadi perhatian publik tersebut.
Sebelumnya, gudang kembang api di Komplek Pergudangan 99 Kosambi meledak pada Kamis pagi sekitar pukul 08.30 WIB.
Puluhan orang tewas, sedangkan beberapa korban lainnya belum teridentifikasi. Hingga berita ini diunggah, korban tewas mencapai 47 orang, dan yang terluka sebanyak 46 orang. Pabrik pengepakan itu diketahui memunyai 103 karyawan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Rasa Haru Selimuti Rumah Duka Haerul Saleh, Peti Jenazah Diantar Para Pimpinan BPK
-
Lantai 4 Rumah Anggota BPK Haerul Saleh Hangus 80 Persen
-
Kesaksian ART Selamat dalam Kebakaran yang Menewaskan Anggota BPK
-
Curhat ASN soal WFH Setiap Jumat: Bisa Hemat Rp 400 Ribu Sebulan tapi Banyak Distraksi
-
Waspadai Hantavirus, DPR Desak Pemerintah Perketat Bandara dan Pelabuhan
-
Tantangan Iklim Makin Kompleks, Pendekatan Interdisipliner Dinilai Jadi Kunci
-
Kisah Penjaga Perlintasan di Jogja: Lari Kibarkan Bendera Merah Hentikan Kereta saat Ada Mobil Mogok
-
Tewas Dalam Kebakaran, Jenazah Anggota BPK Haerul Saleh Dimakamkan di Kolaka
-
Mampu Serap Banyak Karbon, Lahan Gambut Jadi Fokus Penelitian Global Untuk Perkuat Kebijakan
-
Dikenal Baik dan Suka Menolong, Menteri Koperasi Ngaku Sering Tukar Pikiran dengan Haerul Saleh